Ma'ruf Amin: Fatwa MUI Sudah Keluar, Vaksinasi Tidak Membatalkan Puasa

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Repubilk Indonesia KH Ma'ruf Amin memberikan sambutan secara virtual saat acara Gerakan Nasional Mengisi Masjid  Dengan 1.000.000 Sajadah Pelindung Covid-19 di Masjid Istiqlal. Jakarta, Kamis, 11 Maret 2021. Indika Foundation bekerjasama dengan Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila meluncurkan Gerakan Nasional Mengisi Masjid  Dengan 1.000.000 Sajadah Pelindung Covid-19 dengan program donasi yang dibuka dari tanggal 11 Maret 2021 sampai tanggal 21 Agustus 2021 yang nantinya akan didistribusikan kepada 275.000 masjid di seluruh Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Wakil Presiden Repubilk Indonesia KH Ma'ruf Amin memberikan sambutan secara virtual saat acara Gerakan Nasional Mengisi Masjid Dengan 1.000.000 Sajadah Pelindung Covid-19 di Masjid Istiqlal. Jakarta, Kamis, 11 Maret 2021. Indika Foundation bekerjasama dengan Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila meluncurkan Gerakan Nasional Mengisi Masjid Dengan 1.000.000 Sajadah Pelindung Covid-19 dengan program donasi yang dibuka dari tanggal 11 Maret 2021 sampai tanggal 21 Agustus 2021 yang nantinya akan didistribusikan kepada 275.000 masjid di seluruh Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan vaksinasi COVID-19 aman dilakukan saat sedang berpuasa dan tidak membatalkan ibadah tersebut, selama calon penerima vaksin memiliki kondisi fisik yang kuat.

    "Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) sudah keluar, vaksinasi di bulan Ramadhan itu tidak membatalkan puasa," kata Wapres Ma’ruf Amin usai menjalani vaksinasi COVID-19 dosis kedua di Jakarta, Rabu 17 Maret 2021. 

    Ma’ruf Amin, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI tersebut, menjelaskan bahwa vaksin tidak masuk ke tubuh manusia melalui lubang di tubuh, sehingga hal itu tidak membatalkan ibadah puasa umat Islam.

    "Itu karena (vaksin) tidak masuk dari lubang yang tersedia. Yang membatalkan itu yang masuk dari hidung, mulut, telinga atau lubang yang lain. Tapi karena vaksin ini disuntikkan bukan dari lubang-lubang itu, maka itu tidak membatalkan puasa," jelasnya.

    Sebelumnya Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan Komisi Fatwa MUI telah memutuskan dalam rapat pleno bahwa vaksinasi COVID-19 saat Ramadhan tidak membatalkan ibadah puasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.