Pertamina Uji Coba Kapal Tanker Raksasa Kedua, Irit Bahan Bakar 25 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal tanker Pertamina Pride. dok. Pertamina

    Kapal tanker Pertamina Pride. dok. Pertamina

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina Internasional Shipping, anak usaha PT Pertamina (Persero), menguji coba kapal tanker raksasa atau very large crude carrier buatan Jepang dalam pelayaran selama enam hari terhitung sejak 8-13 Maret 2021.

    “Sebelum berlayar semua bagian ini harus dipastikan sudah beroperasi dengan baik. Kami berharap jika lulus uji coba kapal dapat beroperasi melaksanakan tugas penyaluran energi," kata Direktur Manajemen Armada PT Pertamina International Shipping I Putu Puja Astawa dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021.

    Kapal tanker yang telah melaksanakan steel cutting pada 20 Desember 2019 ini, menurut rencana akan melakukan uji coba pelayaran di Kepulauan Goto, Prefektur Nagasaki, Jepang. Pertamina memastikan performa kapal telah sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan Japan Marine United (JMU) sebagai pembuat kapal.

    Komponen yang menjadi objek uji coba antara lain seperti progressive speed, fuel consumption, turning, vibration, noise level, anchoring, steering gear, performa main engine, endurance, maneuvering kapal, konfirmasi cargo oil pumping rate capacity, running test SOx Scrubber, serta operation test Ballast Water Management System.

    Kapal tanker raksasa kedua Pertamina ini disebut memiliki kapasitas dua juta barel dengan kecepatan 16,8 knot yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan penyuplaian kilang yang dijalankan oleh Subholding Refinery & Petrochemical Pertamina.

    Selain itu, kapal ini telah memenuhi requirement terminal modern di dunia dan regulasi internasional, yaitu IMO Annex VI Tier III yang berguna untuk pembatasan emisi gas buang Sulphur Oxide (SOx) dan Nitrogen Oxide (NOx).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.