Rencana Impor Beras Setelah Panen Dianggap Sangat Menyakitkan Petani

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indef Menilai Isu Impor Beras Tidak Tepat.

    Indef Menilai Isu Impor Beras Tidak Tepat.


    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam paparannya di Rapat Kerja Kementerian Perdagangan sebelumnya mengemukakan importasi dilakukan untuk menjamin stok Bulog di angka 1 sampai 1,5 juta ton.

    Pada saat yang sama, perusahaan pelat merah tersebut juga akan menyalurkan 400 ribu ton beras bantuan sosial dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Importasi pun dilakukan sebagai antisipasi terhadap produksi yang berpotensi terganggu akibat kondisi cuaca.

    Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tidak memberi kepastian soal volume impor dan waktu kedatangan impor beras. Tetapi, dia menyatakan impor dilakukan untuk mengamankan iron stock yang keadaannya tidak terikat dengan kondisi panen. “Impor yang dilakukan ini adalah untuk iron stock. Barang yang memang disiapkan Bulog sebagai cadangan besi di mana dia harus memastikan bahwa barang itu harus selalu ada dan tidak bisa dipengaruhi panen. Ini sudah kami sepakati sudah kami perintahkan. Waktu, tempat, dan harga itu di tangan saya,” kata Lutfi.

    BISNIS

    Baca juga: Cadangan Beras 1,4 Juta Ton, Bos Bulog Sebut Tak Perlu Impor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H