Sri Mulyani: Pemimpin Harus Masukkan Ego ke Lemari Es, Dikunci, Ditutup

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani. Instagram/@smindrawati

    Sri Mulyani. Instagram/@smindrawati

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani berbicara soal peran perempuan sebagai pemimpin. Ia mengatakan seorang pemimpin harus meluruhkan egonya agar dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang yang dipimpinnya.

    “Seorang leader egonya harus dimasukkan ke lemari es, dikunci, ditutup. Jangan dikeluarin dulu. Enggak ada tempat untuk your own ego bagi seorang pemimpin,” kata Sri Mulyani dalam acara bertajuk ‘Intergenerational Dialogue Women and Girl: Changers in Development’ yang digelar secara virtual, Sabtu, 6 Maret 2021.

    Menurut Sri Mulyani, ego pribadi tidak dibutuhkan untuk mencapai tujuan kelompok. Ia pun melanjutkan, ada beberapa hal yang harus dilakukan ketika pemimpin menghadapi banyak orang yang berbeda latar belakang.

    Pertama, seorang pemimpin mesti lebih dulu mengerti cara untuk membangun hubungan. Ia menyatakan tidak ada kepemimpinan yang berhasil dibangun tanpa hubungan baik. Karenanya, seorang pemimpin perlu menumbuhkan empati dan pemahaman.

    Sri Mulyani pun membagikan pengalamannya saat menjadi Direktur Pelaksana di Bank Dunia. Ia bercerita saat itu banyak lulusan terbaik dari universitas terkemuka yang bergabung di Bank Dunia. Tak sedikit di antaranya merasa menjadi orang-orang terhebat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.