Pemerintah Obral Insentif Pajak, Bagaimana Proyeksi Kinerja IHSG?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan pemerintah menggelontorkan sejumlah paket insentif pajak di sektor otomotif dan properti diperkirakan bakal berimbas positif terhadap kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG).

    Kepala Riset NH Korindo Sekuritas Indonesia Anggaraksa Arismunandar memperkirakan IHSG bakal menguat sepanjang tahun ini. Ia memproyeksikan indeks akan mencapai posisi 6.800 pada akhir tahun.

    Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG parkir di level 6.338,51 setelah menguat 1,55 persen dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu. Sebanyak 209 saham menguat, 161 menghijau, dan 167 lainnya stagnan.

    Kapitalisasi pasar kemarin mencapai Rp 7.496,29 triliun dengan total transaksi tercatat Rp 13,88 triliun. Investor asing tercatat membukukan aksi beli bersih dengan nilai net foreign buy Rp 62,99 miliar di seluruh pasar.

    Anggaraksa menjelaskan, meski mampu membukukan kenaikan signifikan sepanjang bulan Februari, mayoritas kenaikan indeks terjadi hanya pada minggu pertama. 

    Rilis data-data ekonomi menunjukkan bahwa kondisi fundamental Indonesia masih cukup baik. Selain itu, angka kasus baru Covid-19 juga mulai menunjukkan penurunan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.