Ahok Bicara Potensi Bisnis Pertamina - Pesanten Bareng Kyai NU

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kanan) berbincang dengan Komisaris Utama  Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kiri) saat pembukaan Pertamina Energy Forum 2019 di Jakarta, Selasa, 26 November 2019. PT Pertamina (Persero) menggelar Pertamina Energy Forum 2019 yang membahas perkembangan sektor energi dan bisnisnya dengan tema

    Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kanan) berbincang dengan Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kiri) saat pembukaan Pertamina Energy Forum 2019 di Jakarta, Selasa, 26 November 2019. PT Pertamina (Persero) menggelar Pertamina Energy Forum 2019 yang membahas perkembangan sektor energi dan bisnisnya dengan tema "Driving Factors: What Will Shape The Future of Energy Business". ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berbicara soal potensi bisnis yang bisa digarap bersama oleh perusahaannya dengan pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Salah satunya lewat jaringan ritel Pertashop milik Pertamina yang tersebar di berbagai daerah.

    "Yang paling ingin saya lakukan sebetulnya adalah pusat uji produk pak kyai," kata Ahok dalam acara Milad 9 Tahun Pesantren Motivasi Indonesia yang digelar virtual, Ahad, 28 Februari 2021.

    Dalam acara ini, hadir beberapa kyai NU, salah satunya Sekretaris Jenderal Pengurus Besar NU Helmy Faishal Zaini. Lalu hadir juga pengasuh Pesantren Motivasi Indonesia Ahmad Nurul Huda Haem.

    Ahok melanjutkan, dalam proses produksi sebuah produk seperti sabun, makanan, sikat gigi, pasti akan melewati proses uji coba. "Rasanya gimana nih?" kata dia.

    Untuk melakukan hal tersebut, sebuah perusahaan membutuhkan jaringan distribusi yang bisa menyebarkan produk mereka untuk diuji coba ke masyarakat. Tapi, tidak semua perusahaan memiliki kemampuan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.