Ahok Bahas Motor Listrik Dicicil Rp 10 Ribu per Hari dengan Bambang Soesatyo

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris Utama Pertamina ini melaporkan akun Instagram @ito.kurnia, yang kerap mengunggah konten yang dianggap telah mencemarkan nama baik keluarganya. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Komisaris Utama Pertamina ini melaporkan akun Instagram @ito.kurnia, yang kerap mengunggah konten yang dianggap telah mencemarkan nama baik keluarganya. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bertemu dengan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo. Salah satu topik pembicaraan adalah mengenai motor listrik.

    "Mereka sedang menyiapkan motor listrik yang bisa dicicil Rp 10 ribu per hari," kata Ahok dalam acara Milad 9 Tahun Pesantren Motivasi Indonesia pada Minggu, 28 Februari 2021.

    Hanya saja, Ahok tidak menjelaskan lebih lanjut soal rencana dari Bambang yang juga merupakan Ketua MPR tersebut. Ahok hanya bercerita bahwa rencana Bambang ini bisa sejalan dengan program Pertashop yang ada di perusahaannya.

    Pertashop adalah outlet mini Pertamina yang menjual berbagai produk kebutuhan seperti BBM non subsidi, LPG non subsidi, dan produk ritel lainnya. Meski demikian, Ahok menilai penetrasi dari Pertashop saat ini masih pelan.

    Padahal, ada potensi bisnis yang bisa dicapai terutama dengan meningkatnya penggunaan motor listrik di tanah air. Sehingga, Ahok menyebut perusahaan telah menargetkan akan membangun 12 ribu outlet Pertashop di sejumlah daerah.

    Dengan jaringan yang begitu luas, Ahok menyebut Pertamina bisa bermain di bisnis aki yang dibutuhkan untuk motor listrik. "Kenapa ga nuker-nuker aki, jadi orang ga ngecas aki motornya, jadi kalau habis tinggal tukar, terus jalan, contohnya itu," kata Ahok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.