IHSG di Awal Perdagangan Menguat ke 6.271, Saham BBCA dan BBRI Paling Diburu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan tengah menlintas di depan layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Indeks harga saham gabungan terpantau kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,17 persen atau 5,4 poin ke level 5.033,74 di akhir perdagangan sesi I. Tempo/Tony Hartawan

    Karyawan tengah menlintas di depan layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Indeks harga saham gabungan terpantau kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,17 persen atau 5,4 poin ke level 5.033,74 di akhir perdagangan sesi I. Tempo/Tony Hartawan

    Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG mengawali bulan yang ketiga terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Pergerakan IHSG mengawali bulan yang ketiga terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar.

    Ia memperkirakan, rilis data perekonomian tingkat inflasi yang disinyalir masih berada dalam kondisi stabil akan turut mewarnai pergerakan IHSG. "Namun mengingat potensi tekanan dalam jangka pendek masih cukup besar, maka momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian," kata William dalam keterangan tertulis. Ia memprediksi IHSG bergerak pada kisaran level 6.202 hingga 6.318 hari ini.

    Adapun Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan berdasarkan rasio fibonacci, support maupun resistance berada pada 6.179,13 hingga 6.351,18. Sedangkan dari indikator MACD, Stochastic dan RSI, menunjukkan sinyal positif. 

    “Di sisi lain, terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga ke depannya berpeluang menuju ke resistance terdekat,” tulis Nafan dalam riset harian.

    Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyebutkan indikator stochastic mulai jenuh pada area dekat overbought indikator MACD terkonsolidasi. "Sehingga secara teknikal IHSG diperkirakan bergerak mencoba rebound dengan support resistance 6.188-6.262,” katanya.

    HENDARTYO HANGGI | BISNIS

    Baca: IHSG Menguat 0,38 Persen, Saham Bank Jago dan Alfamart Melesat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H