IHSG di Awal Perdagangan Menguat ke 6.271, Saham BBCA dan BBRI Paling Diburu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan tengah menlintas di depan layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Indeks harga saham gabungan terpantau kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,17 persen atau 5,4 poin ke level 5.033,74 di akhir perdagangan sesi I. Tempo/Tony Hartawan

    Karyawan tengah menlintas di depan layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Indeks harga saham gabungan terpantau kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,17 persen atau 5,4 poin ke level 5.033,74 di akhir perdagangan sesi I. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia atau BEI, Senin, 1 Maret 2021.

    Melansir data RTI, pada pukul 09.05 WIB, IHSG berada pada level 6.271,9
    atau naik 30,1 poin (0,48 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level 6.241,9.

    Sebanyak 210 saham melaju di zona hijau dan 108 saham di zona merah. Sedangkan 156 saham lainnya stagnan.

    Investor asing cenderung keluar dengan net sell Rp 173,4 juta. Saham PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA menjadi yang paling banyak diborong asing dengan net buy Rp 63,5 miliar. Saham BBCA naik 2,46 persen menjadi 34.375.

    Sementara saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menjadi yang kedua paling banyak diborong asing dengan net buy Rp 11 miliar. Saham BBRI naik 1,06 persen menjadi 4.760.

    Adapun di jajaran top gainers, saham PT Bank Bumi Arta Tbk. atau BNBA juga menguat 21,05 persen ke level 2.070 dan PT Bank Arta Graha Internasional Tbk. atau INPC naik 12,63 persen ke level 214.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.