Terkerek Optimisme Pemulihan Ekonomi, Saham Garuda Ditutup Melesat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo bercorak khusus yang menampilkan visual masker pada bagian moncong pesawat dipamerkan di akun media sosial maskapai plat merah tersebut. Instagram

    Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo bercorak khusus yang menampilkan visual masker pada bagian moncong pesawat dipamerkan di akun media sosial maskapai plat merah tersebut. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk ditutup positif pada perdagangan hari ini, Kamis, 25 Februari 2021.

    Saham Garuda dengan kode GIAA ditutup di angka 378 atau naik 34 basis poin dari penutupan sebelumnya, yaitu di level 344. Saham dari maskapai penerbangan ini dibuka menghijau di level 346 dan sempat menyentuh angka terendah 340, sebelum kemudian kembali menanjak hingga penutupan perdagangan.

    Sementara itu, saham GMF dengan kode GMFI naik 7 basis poin ke level 133 pada penutupan perdagangan hari ini. Saham anak usaha garuda itu juga dibuka positif di level 128 dan bergerak fluktuatif dengan level terendah di 123, sebelum akhirnya menanjak dan ditutup positif.

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan positif emiten penerbangan itu dipicu optimisme pelaku pasar akan pemulihan ekonomi dunia. Menurut dia, optimisme itu diawali oleh program vaksinasi Inggris yang dilanjutkan dengan rencana negara tersebut membuka lockdown-nya.

    "Kalau lockdown dibuka, ekonomi bisa kembali membaik. Dan ini diikuti oleh semua negara, salah satunya Indonesia," ujar Ibrahim. Pemerintah belakangan mematok target Indonesia bisa bebas Covid-19 di Agustus 2021, menyusul juga rencana dimulainya kembali pendidikan tatap muka pada Juli 2021.

    Bergeraknya kegiatan masyarakat, menurut Ibrahim, akan membantu pulihnya ekonomi. Itu pun akan memengaruhi sektor transportasi untuk kembali beroperasi seperti sedia kala.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.