BPJT Sebut Konstruksi 5 Ruas Tol di Jabodetabek Bakal Rampung di Semester I 2021

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan Tol Cibitung - Cilincing Seksi 3 di kawasan Buni Bakti, Bekasi, Kamis, 26 Desember 2019. Ruas tol tersebut adalah Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran sepanjang 14,19 Km, Kunciran-Serpong sepanjang 11,19 Km dan Serpong-Cinere sepanjang 10,14 Km. Tempo/Tony Hartawan

    Pembangunan Tol Cibitung - Cilincing Seksi 3 di kawasan Buni Bakti, Bekasi, Kamis, 26 Desember 2019. Ruas tol tersebut adalah Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran sepanjang 14,19 Km, Kunciran-Serpong sepanjang 11,19 Km dan Serpong-Cinere sepanjang 10,14 Km. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol atau BPJT, Danang Parikesit menyebutkan akan ada penyelesaian konstruksi pada lima ruas tol di wilayah Jabodetabek pada semester pertama tahun ini. Sejumlah ruas tol ini mengalami penyesuaian penyelesaian jadwal konstruksi dan operasi akibat penerapan protokol kesehatan Covid-19.

    "Namun, dengan dukungan penuh badan usaha jalan tol dan pemangku kepentingan jalan tol lainnya, BPJT berharap rencana pengembangan jalan tol dapat diselesaikan tepat waktu untuk meningkatkan konektivitas barang dan jasa," kata Danang, Selasa, 16 Februari 2021.

    Danang menjelaskan, penyelesaian proyek jalan tol selama pandemi tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal tersebut mengacu pada Instruksi Menteri No. 2/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

    Seperti dikutip dari laman resmi BPJT, akan ada satu konstruksi jalan tol yang akan rampung dan tujuh seksi konstruksi yang tersebar dalam empat ruas jalan tol. Adapun, konstruksi jalan tol yang akan rampung pada semester I/2021 adalah jalan tol Cengkareng- Batu Ceper - Kunciran sepanjang 14,19 kilometer.

    Hingga awal Februari 2021, konstruksi jalan tol tersebut telah mencapai 92,21 persen. Adapun, konstruksi tersebut dijadwalkan rampung pada Maret 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.