Kemenperin Sebut Tren Impor Turun di Bulan Januari karena Penyesuaian Produksi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) dan pemilik pabrik gula PT Prima Alam Gemilang Andi Syamsuddin Arsyad (kanan) berbincang mengunjungi gudang pabrik gula di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis 22 Oktober 2020. Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian pabrik gula berkapasitas giling hingga 12.000 ton cane per day (TCD) di Kabupaten Bombana. ANTARA FOTO/Biroperskepresiden

    Presiden Joko Widodo (kiri), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) dan pemilik pabrik gula PT Prima Alam Gemilang Andi Syamsuddin Arsyad (kanan) berbincang mengunjungi gudang pabrik gula di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis 22 Oktober 2020. Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian pabrik gula berkapasitas giling hingga 12.000 ton cane per day (TCD) di Kabupaten Bombana. ANTARA FOTO/Biroperskepresiden

    TEMPO.CO, JakartaKementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai rapor neraca perdagangan Januari 2021 dengan surplus US$1,96 miliar harus dilihat lebih cermat. Pasalnya, hal itu masih sesuai tren yang selama ini terjadi.

    "Biasanya Januari ini memang terjadi penurunan impor karena industri sedang melakukan penyesuaian produksi tetapi di sisi lain, saya melihat kinerja ekspor industri pengolahan sangat baik, Januari ini ekspor tumbuh double digit yaitu 11,72 persen. Saya sangat optimis melihat angka yang baik di awal tahun ini," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Bisnis, Senin 15 Februari 2021.

    Agus pun berharap dengan makin masifnya vaksinasi dan stimulus baru di Industri otomotif akan mengakselerasi kinerja industri manufaktur ke depan.

    Sisi lain, tahun ini Kemenperin memiliki empat program utama sebagai fokus kinerja guna mendorong industri Tanah Air bertumbuh dan berdaya saing. 

    Agus mengatakan pihaknya telah meluncurkan program substitusi impor 35 persen pada tahun depan. Nilai substitusi Impor yang ditargetkan adalah sebesar Rp152,83 triliun atau 35 persen dari potensi impor 2019 yang sebesar Rp434 triliun. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.