OJK Catat Restrukturisasi Kredit Capai Rp 971 Triliun

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso,  saat meresmikan pencanangan program pendirian LKD dan menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama, OJK dan Kemendes di Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (21/10).

    Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, saat meresmikan pencanangan program pendirian LKD dan menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama, OJK dan Kemendes di Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (21/10).

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pemerintah sudah memberikan restrukturisasi kredit kepada 7,6 juta kreditur dengan total nilai hampir Rp1.000 triliun.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan bahwa kebijakan stimulus yang telah dikeluarkan OJK antara lain restrukturisasi kredit perbankan, penilaian kualitas kredit satu pilar, penundaan penerapan Basel III dan pelonggaran pemenuhan indikator likuiditas serta indikator permodalan.

    Kebijakan-kebijakan ini diklaimnya telah dapat memberikan ruang bagi perbankan untuk menjaga profil risikonya.

    "Sejak diluncurkan 16 Maret 2020, sampai dengan akhir Desember 2020 program restrukturisasi kredit perbankan telah mencapai nilai Rp971 triliun diberikan kepada 7,6 juta debitur atau sekitar 18 persen dari total kredit perbankan," ujarnya dikutip Bisnis, Sabtu 16 Januari 2021.

    Lebih lanjut, jumlah tersebut berasal dari restrukturisasi kredit untuk sektor UMKM yang mencapai Rp386,6 triliun berasal dari 5,8 juta debitur. Sementara untuk non-UMKM, realisasi restrukturisasi kredit mencapai 1,8 juta debitur dengan nilai sebesar Rp584,4 triliun.

    Dengan program restrukturisasi tersebut, rasio non-performing loan gross perbankan dapat dijaga pada 3,06 persen naik dari 2019 yang berhasil hanya 2,53 persen atau net 0,98 persen, sementara pada 2019 sebesar 1,19 persen. Capital adequacy ratio (CAR) perbankan juga terjaga mencapai 23,78 persen, sementara pada 2019 harganya terlalu tinggia 23,31 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.