Sriwijaya Air Diduga Hilang Kontak Pukul 14.40 di Kepulauan Seribu

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sriwijaya Air. Instagram/@sriwijayaair

    Sriwijaya Air. Instagram/@sriwijayaair

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY182 diduga hilang kontak atau lost contact saat mengudara di atas perairan Kepulauan Seribu. Maskapai swasta ini lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Pontianak.

    Kementerian Perhubungan mengkonfirmasi kabar tersebut. "Ditunggu saja informasi lengkapnya," tutur Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, Sabtu, 9 Januari 2021.

    Baca Juga: Sriwijaya Air Diduga Hilang Kontak 4 Menit Setelah Lepas Landas

    Sriwijaya Air diduga hilang kontak saat berada di ketinggian 11-13 ribu kaki. "Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB," ujar Adita.

    Berdasarkan manifes yang diterima Tempo, maskapai disinyalir mengangkut 56 penumpang. Pesawat membawa 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.
    Menurut informasi, maskapai dijadwalkan lepas landas pukul 13.25 WIB dan tiba di lokasi pukul 15.00 WIB. Namun pesawat mengalami keterlambatan. Sehingga, pesawat lepas landas pukul 14.14 WIB dan semestinya tiba pukul 15.50 WIB.

    Adita mengatakan saat ini Kementerian tengah menggelar investigasi dan berkoordinasi dengan BASARNAS dan KNKT. "Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut jika sudah ada perkembangan lain," katanya.

    Direktur Operasi Sriwijaya Didi Iswandi mengatakan masih berkoordinasi dengan pelbagai pihak. "Saya belum bisa sampaikan, saya baru sampai di tempat (Bandara Soekarno-Hatta). Kami sedang koordinasi sebentar, nanti saya kabari," tutur Direktur Operasi Sriwijaya Air Didi Iswandi kepada Tempo, Sabtu, 9 Januari 2021.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.