Bidik Rp 80 T, Kemenkeu Akan Terbitkan SBN Ritel 6 Kali di Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana menerbitkan surat berharga negara (SBN) ritel setidaknya enam kali pada 2021, dengan target penerbitan hingga Rp80 triliun.

    Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman memperkirakan minat investor atas SBN ritel masih tinggi pada tahun ini. Hal itu terjadi seiring dengan proyeksi terjadinya pemulihan ekonomi.

    Untuk itu, DJPPR mengagendakan penerbitan SBN ritel setidaknya 6 kali pada tahun ini dengan instrumen obligasi negara ritel (ORI), Sukuk Ritel, Saving Bonds Ritel (SBR), serta Sukuk Tabungan.

    “Untuk timing dan besaran penerbitan SBN ritel di 2021 dapat disesuaikan dengan minat investor dan kondisi pasar keuangan saat itu,” kata Luki seperti dilansir Bisnis, Ahad 3 Januari 2021.

    Tak hanya itu pemerintah juga berencana kembali menerbitkan Cash-Waqf Linked Sukuk (CWLS). 

    Untuk target penerbitan tahun 2021, Luki menyebut pemerintah memasang angka di kisaran Rp60—80 triliun. Angka ini tak jauh dari realisasi penerbitan SBN ritel sepanjang 2020 yang mencapai Rp76,78 triliun.

    Luki menegaskan, penerbitan SBN ritel tetap diupayakan untuk menjaring investor baru, khususnya generasi milenial, yang berpotensi menjadi basis investor di masa depan sebagai bagian dari pendalaman pasar SBN di Tanah Air.

    Sepanjang 2020, pemerintah telah menerbitkan 6 SBN ritel terdiri atas 1 savings bonds ritel (seri SBR009), 2 sukuk ritel (seri ST012 dan ST013), 2 obligasi negara ritel (seri ORI017 dan ORI018), dan 1 sukuk tabungan (seri ST007).

    Adapun, akumulasi nilai pemesanan keenam SBN ritel tersebut mencapai Rp76,78 triliun. Seri SR013 menjadi yang paling banyak dipesan dengan jumlah pemesanan yang ditetapkan Rp25,67 triliun.

    Realisasi tersebut jauh melampaui total pemesanan SBN ritel pada 2019 yang sebesar Rp49,70 triliun. Padahal tahun tersebut pemerintah lebih getol menerbitkan instrumen ritel yakni hingga 10 seri.

    Baca: Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 142,5 T selama 2020


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.