KKP Diminta Perkuat Armada untuk Tingkatkan Ekspor Ikan Tuna

Reporter

Editor

Amirullah

Warga memberi makan ikan kerapu di keramba miliknya di perairan dekat Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, 9 November 2020. Agar Pulau Laut terkoneksi dengan daerah-daerah lainnya di Provinsi Kepulauan Riau maupun wilayah lainnya di Indonesia, pemerintah juga membangun dermaga pelabuhan yang dapat disinggahi kapal pelayaran perintis. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA

TEMPO.CO, JakartaAnggota Komisi VI DPR Amin Ak menyatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) perlu memperkuat armada perikanan untuk meningkatkan ekspor ikan tuna yang potensinya masih sangat besar.

Amin mengingatkan bahwa Indonesia belum mampu berbuat banyak dalam memanfaatkan sumber daya perikanan di wilayah zona ekonomi eksklusif Indonesia (ZEEI) karena minimnya kapal-kapal bertonase besar, yaitu kapal di atas 150 tonase kotor (Gross Tonnage/GT).

"Padahal di wilayah ZEEI itu potensi perikanan yang bisa dimanfaatkan sangat besar, terutama jenis-jenis ikan yang memiliki harga jual tinggi di pasar global seperti tuna," kata Amin melalui keterangan tertulis, Kamis, 31 Desember 2020. 

Dari potensi perikanan tuna, cakalang, dan tongkol (TCT) sebesar 2,478 juta ton per tahun, lanjutnya, produksi TCT 2019 ternyata hanya 129.785 ton atau baru 5,2 persen yang dimanfaatkan.

Amin mengingatkan bahwa BPS mencatat bahwa volume ekspor tuna nasional 2019 hanya 184.130 ton atau hanya menguasai sebesar 4,6 persen pangsa ekspor tuna global.

"Nilai ekspornya pun hanya 747.535 dolar AS. Jumlah tersebut jauh di bawah potensi yang dimiliki, di mana berdasarkan data KKP seharusnya Indonesia mampu mengekspor sedikitnya 1 juta ton tuna dengan nilai ekspor sebesar 2,5–3 juta dolar per tahun," katanya.

Terkait ekspor perikanan, sebelumnya, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP Rina menyatakan dalam memenuhi persyaratan pasar ekspor hasil perikanan, Indonesia melalui BKIPM sebagai otoritas kompeten Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, sudah melakukan kerja sama harmonisasi dengan beberapa negara mitra.

Salah satu dari kerja sama tersebut adalah dengan General Administration of Custom of the People's Republic of China (GACC), yang telah terjalin kerja sama SJMKHP sejak 11 November 2008, kemudian diperpanjang pada 27 November 2019.

ANTARA






Redam Resesi Tahun Depan, Ini Saran Pengusaha untuk Pemerintahan Jokowi

9 jam lalu

Redam Resesi Tahun Depan, Ini Saran Pengusaha untuk Pemerintahan Jokowi

Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo meminta pemerintah fokus menjaga daya beli masyarakat dan menaikkan nilai tambah atau hilirisasi produk ekspor


Poin Pertemuan Ma'ruf Amin - Fumio Kishida: Investasi USD 5,2 Miliar hingga Ekspor Tuna

1 hari lalu

Poin Pertemuan Ma'ruf Amin - Fumio Kishida: Investasi USD 5,2 Miliar hingga Ekspor Tuna

Ma'ruf Amin melaporkan sejumlah poin yang dibahas dalam pertemuannya dengan PM Jepang Fumio Kishida di Istana Akasaka, Senin, 26 September 2022.


Pendataan Register Sosial Ekonomi 2022, BPS Solo Terjunkan 797 Petugas

6 hari lalu

Pendataan Register Sosial Ekonomi 2022, BPS Solo Terjunkan 797 Petugas

BPS Kota Solo memulai pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), 15 Oktober hingga 14 November 2022.


Trenggono Paparkan 5 Program Ekonomi Biru ke Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan

7 hari lalu

Trenggono Paparkan 5 Program Ekonomi Biru ke Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengonsolidasikan 5 program ekonomi biru bersama para pimpinan perguruan tinggi perikanan dan kelautan seluruh Indonesia.


DKI Dorong Program Pemagangan untuk Kurangi Pengangguran di Jakarta

10 hari lalu

DKI Dorong Program Pemagangan untuk Kurangi Pengangguran di Jakarta

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran DKI Jakarta pada Februari 2022 berjumlah 410.585 ribu jiwa.


Neraca Perdagangan Surplus USD 5,76 Miliar, BPS: 28 Bulan Berturut-turut

13 hari lalu

Neraca Perdagangan Surplus USD 5,76 Miliar, BPS: 28 Bulan Berturut-turut

BPS mengumumkan neraca perdagangan per Agustus 2022 surplus US$ 4,74 miliar. Apa saja pemicunya?


BPS: Sejumlah Harga Komoditas Unggulan Indonesia Turun Secara Global

13 hari lalu

BPS: Sejumlah Harga Komoditas Unggulan Indonesia Turun Secara Global

Badan Pusat Statistik mencatat sejumlah penurunan harga secara global untuk komoditas-komoditas unggulan Indonesia.


Neraca Perdagangan Barang Januari -Agustus 2022 Surplus USD 34,92 Miliar

13 hari lalu

Neraca Perdagangan Barang Januari -Agustus 2022 Surplus USD 34,92 Miliar

BPS mencatat Neraca Perdagangan Barang secara akumulatif dari Januari hingga Agustus 2022 tumbuh 68,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.


Impor Agustus Naik Jadi USD 22,15 Miliar, Terbesar dari Cina dan Jepang

13 hari lalu

Impor Agustus Naik Jadi USD 22,15 Miliar, Terbesar dari Cina dan Jepang

Impor Indonesia pada Agustus naik 3,77 persen ketimbang Juli.


Ekspor RI Naik 30,15 Persen Jadi USD 27,91 Miliar, Produk Apa Saja yang Jadi Unggulan?

13 hari lalu

Ekspor RI Naik 30,15 Persen Jadi USD 27,91 Miliar, Produk Apa Saja yang Jadi Unggulan?

BPS mencatat nilai ekspor Agustus 2022 mencapai US$ 27,91 miliar. Bila dibandingkan dengan yoy, nilai ekspor tersebut naik 30,15 persen.