Pasokan Listrik Minim, BKPM Sebut Kawasan Industri Bintuni Butuh 423 MW

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri-kanan)Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita,  Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofjan Djalil, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat jumpa pers terkait disahkannya UU Cipta Kerja di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2020. Jumpa pers ini bertujuani menjelaskan sekaligus menepis berbagai keraguan akan isi UU Cipta Tenaga Kerja yang beredar di masyarakat. Tempo/Tony Hartawan

    (kiri-kanan)Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofjan Djalil, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat jumpa pers terkait disahkannya UU Cipta Kerja di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2020. Jumpa pers ini bertujuani menjelaskan sekaligus menepis berbagai keraguan akan isi UU Cipta Tenaga Kerja yang beredar di masyarakat. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM menyebutkan bahwa pasokan listrik untuk Kawasan Industri Bintuni saat ini masih minim.

    Deputi Perencanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nurul Ichwan mengatakan berdasarkan data PT PLN (Persero), Kawasan Industri Bintuni membutuhkan pasokan aliran listrik sebesar 423 megawatt (mw). 

    Dia mengungkapkan pasokan aliran listrik di daerah Bintuni masih belum cukup merata baik untuk kawasan industri ataupun untuk kebutuhan masyarakat.

    "Untuk KI [kawasan industri], listrik itu ibarat darah misalnya belum ada listrik, kemudian harapan untuk menarik investasi masuk akan sulit juga," katanya dalam sebuah webinar pada Senin 28 Desember 2020.

    Rencananya, Kawasan Industri Bintuni akan dibangun pabrik methanol dengan kapasitas 950.000 mtpa dengan nilai investasi Rp14,4 miliar yang ditargetkan rampung pada 2022. Kawasan Industri Bintuni, kata Nurul, telah termasuk menjadi salah satu dari 17 proyek strategis nasional (PSN).

    Selain itu, Kawasan Industri Bintuni masuk dalam buku KPBU yang dirilis Kementerian PPN/Bappernas serta daftar major project dalam dokumen rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024. Dia menjelaskan Kawasan Industri Bintuni difokuskan pada pengembangan industri methanol berbasis gas alam sebagai anchor industry.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.