Produksi Mobil Listrik di RI, Menperin: Toyota Berkomitmen Investasi Rp 28 T

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada Maret 2019 lalu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang melaporkan harta kekayaannya kepada KPK. Berdasarkan laporan itu total kekayaan Agus sebesar Rp 220 miliar. TEMPO/Subekti.

    Pada Maret 2019 lalu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang melaporkan harta kekayaannya kepada KPK. Berdasarkan laporan itu total kekayaan Agus sebesar Rp 220 miliar. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan ada sejumlah komitmen investasi baru di sektor otomotif berbasis baterai atau listrik pada tahun ini. Salah satu perusahaan yang berkomitmen menanamkan duitnya di Tanah Air adalah perusahaan otomotif asal Jepang, Toyota.

    "Toyota juga sudah memberikan komitmen pada saya, Kemenperin. Bahwa mereka akan melaksanakan investasi selama tiga tahun ke depan sebesar Rp 28 triliun," ujar Agus dalam konferensi video, Senin, 28 Desember 2020.

    Nantinya, perusahaan asal Negeri Sakura itu akan mengembangkan tiga jenis kendaraan listrik, yaitu produk hybrid, plug-in hybrid, dan full electric vehicle yang rencananya mulai diproduksi 2023.

    "Saya sudah melihat dan mendengar langsung produk apa saja yang akan dikembangkan Toyota. Ini sesuatu yang sangat promising untuk pengembangan kendaraan berbasis listrik yang ada di Indonesia," tutur Agus.

    Selain Toyota, Agus berujar investasi baru di sektor otomotif yang tengah berjalan atau on progress adalah pembangunan pabrik Hyundai Motor Corporation sebesar Rp 21,8 triliun yang ditargetkan akan memproduksi Battery Electric Vehicle pada 2023.

    Selanjutnya, investasi PT ABC untuk membangun pabrik cell battery senilai Rp 207,5 miliar dengan kapasitas maksimal 25 juta picis per tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.