Natal 2020, Bongkar Muat di Makassar New Port Naik 17 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan Makassar New Port (MNP) sangat memerhatikan mitigasi lingkungan.

    Pembangunan Makassar New Port (MNP) sangat memerhatikan mitigasi lingkungan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelayanan bongkar muat barang di Makassar New Port (MNP) Sulawesi Selatan pada libur Natal 2020 ini naik dibandingkan tahun lalu. Kenaikannya mencapai 10 hingga 17 persen.

    “Pandemi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja bongkar muat di MNP," kata General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Makassar New Port, Edy Nursewan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 26 Desember 2020.

    MNP adalah proyek strategis nasional yang diresmikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 22 Mei 2015. Pelabuhan ini kemudian beroperasi penuh pada 28 Maret 2019.

    Menurut Edy, pelabuhan baru ini rata-rata melayani 30 call kapal dalam sebulan. “Bulan November lalu kami melayani 33 call kapal dan untuk di Desember ini sudah 25 call kapal yang dilayani,” ujar Edy.

    Rata-rata, kata dia, kapal yang masuk melakukan bongkar muat barang kebutuhan pokok. Lalu, ada juga barang-barang untuk konstruksi.

    Sementara itu, layanan bongkar muat barang di Terminal Petikemas Makassar (TPM), yang berada tak jauh dari MNP, justru menurun akibat pandemi Covid-19 ini. Penurunannya mencapai 7 hingga 10 persen.

    General Manager PT Pelindo IV Cabang Terminal Petikemas Makassar Yosef Benny Rohy mengatakan penurunan itu terjadi karena belum banyak barang impor yang masuk melalui TPM. "Akibat masih ada beberapa pelabuhan di luar negeri yang belum beroperasi secara optimal karena Pandemi Covid-19." kata dia.

    Baca: Pelabuhan Patimban Resmi Beroperasi, Ridwan Kamil Lempar Pantun untuk Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.