Pemulihan Ekonomi 2021, Pemerintah Diminta Masukkan Pertimbangan Lingkungan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daya beli masyarakat / pemulihan ekonomi. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Ilustrasi daya beli masyarakat / pemulihan ekonomi. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Misbah Hasan meminta pemerintah memasukkan perspektif ekonomi lingkungan dalam penyusunan program pemulihan ekonomi nasional atau PEN 2021. Kebijakan tersebut, selain dapat mendukung keberlangsungan lingkungan hidup, juga akan meningkatkan kualitas serapan anggaran.

    “Jadi anggaran PEN bukan hanya yang terserap berapa, tapi ke depan kualitas serapannya seperti apa,” ujar Misbah dalam Dialog Ekonomi Hijau bersama Tempo, Rabu, 16 Desember 2020.

    Misbah mencontohkan anggaran Rp 87,55 triliun yang dipakai untuk sektor kesehatan. Ia mengatakan pemerintah sebaiknya dapat memasukkan pos pengolahan alat perlindungan diri agar tidak hanya menjadi sampah.

    Contoh lain, untuk bantuan sosial sembako, Misbah berpandangan pemerintah semestinya dapat mengganti beras standar dengan beras organik. Ketimbang menggandeng vendor korporasi besar, program pemberian bantuan beras organik bisa mengajak petani ikut terlibat dalam kerja sama pengadaan program tersebut.

    Begitu juga dengan produk-produk kemaritiman. Misbah berujar, pemerintah bisa memasukkan produk-produk hasil laut sebagai komponen bantuan sosial kepada masyarakat. Dengan begitu, kata Misbah, pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan dalam kondisi mendesak akan berdampak lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.