Laba Meroket 238 Persen, BRIsyariah Sabet Bisnis Indonesia Award 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BRISyariah Ajak Nasabah Waspadai Skimming

    BRISyariah Ajak Nasabah Waspadai Skimming

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank BRIsyariah Tbk., emiten bank berkode saham BRIS, menjadi pemenang Bisnis Indonesia Award 2020 dalam kategori Bank Syariah, pada Senin, 14 Desember 2020.

    Direktur BRI Syariah Fahmi Subandi, bersyukur karena di tengah pandemi perseroan tetap tumbuh positif dari sisi aset, laba, DPK, dan pembiayaan. BRI Syariah juga sudah naik kelas menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) 3 sehingga tumbuh menjadi lebih besar.

    "Kami juga menyampaikan terima kasih kepada regulator yang telah memberikan relaksasi cukup banyak sehingga perbankan tumbuh dengan baik. Terima kasih investor atas kepercayaan kepada BRI Syariah. Mari berdoa sehingga perekonomian dapat berjalan normal kembali." katanya.

    Berdasarkan kinerja keuangan, BRI Syariah membukukan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar 238 persen pada kuartal III 2020 dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy) dari Rp 56,46 miliar menjadi Rp 190,58 miliar.

    Perolehan laba BRI Syariah tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan setelah distribusi bagi hasil 39,63 persen (yoy) pada kuartal III 2020 menjadi Rp 2,17 triliun. Selain itu, BRI Syariah mencatatkan adanya kenaikan beban operasional pada kuartal III 2020 sebesar 25,81 persen (yoy) menjadi Rp 1,84 triliun.

    Selama kuartal III 2020, BRI Syariah menyalurkan piutang senilai Rp 23,93 triliun, naik 71,06 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu (year to date/ytd). Penyaluran pembiayaan bagi hasil juga mengalami kenaikan pada kuartal III 2020 sebesar 29,12 persen (ytd) menjadi Rp 15,23 triliun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.