IHSG Sempat Sentuh 6.001,77 Pagi Ini, Bagaimana Selanjutnya?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada pagi hari ini dibuka menguat setelah kemarin libur nasional Pilkada Serentak 2020. Pada pukul 09.01 WIB, IHSG naik 0,96 persen atau 57,36 poin menjadi 6.001,77. 

    Penguatan IHSG tersebut seiring dengan kenaikan Indeks LQ45 hingga 0,98 persen pagi ini. Sejumlah saham LQ45 yang menguat signifikan pagi ini ialah PGAS 15,36 persen, HMSP 6,85 persen, SCMA 5,78 persen, PTBA 5,22 persen, dan ERAA 5,22 persen.

    Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan penguatan IHSG saat ini sudah relatif terbatas. "Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguji area 5.950-6.020," katanya seperti dikutip dari riset hariannya, Kamis, 10 Desember 2020. 

    Pasalnya, IHSG sebelumnya pada Selasa lalu sudah ditutup menguat 0,23 persen di level 5944.41. Berdasarkan rasio fobonacci, adapun support maupun resistance berada pada 5874.89 hingga 6009.10.

    Berdasarkan indikator, MACD, stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat.

    Namun, jika IHSG turun di bawah 5,563, maka IHSG sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave 3 dan akan membentuk wave 4 ke area 5,500-5,650 terlebih dahulu.

    Sementara itu, analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG saat ini berada di area jenuh beli atau overbought. Sementara itu, fokus investor tampak masih akan mengikuti perkembangan terkait dengan distribusi vaksin.

    “Selain itu perlu diwaspadai adanya potensi peningkatan kasus Covid-19 pasca pemilu serentak di beberapa daerah di Indonesia,” tulis Dennies dalam riset harian. Artha Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang support dan resistance satu pada 5.916 - 5.988 serta support dan resistance dua pada 5.888 - 5.988.

    BISNIS | HENDARTYO HANGGI

    Baca: Ekonomi Diyakini Pulih, JP Morgan Prediksi IHSG Tembus 6.800 Tahun Depan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.