Ekonomi Diyakini Pulih, JP Morgan Prediksi IHSG Tembus 6.800 Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020.  Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - J.P. Morgan Sekuritas Indonesia sangat yakin perekonomian nasional bakal pulih tahun depan, salah satunya setelah karena vaksin Covid-19 mulai didistribusikan saat itu.  Lembaga tersebut bahkan memproyeksikan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir tahun depan dapat menguat paling tinggi ke level 6.800.

    Berdasarkan laporan riset terbaru yang dipublikasikan lewat Bloomberg, Head of Indonesia Research & Strategy J.P. Morgan Henry Wibowo menyebutkan target IHSG untuk 2021 pada level 6.800 atau potensi kenaikan sebesar 17 persen - 20 persen dari level saat ini.

    “Kami memperkirakan pertumbuhan EPS (Earning per Share) pada 2020 dan 2021 sebesar -28 persen dan 34 persen, menggunakan forward earnings multiple saat ini 16,7 kali dengan asumsi tidak ada re-rating/de-rating,” tulis Henry seperti dikutip dari risetnya, Senin, 8 Desember 2020.

    Sentimen positif untuk pergerakan IHSG pada tahun depan di antaranya kepastian pemulihan ekonomi setelah vaksin Covid-19 ditemukan. Pandemi yang mereda pun dinilai bakal dapat menarik investor asing untuk kembali masuk ke aset-aset berisiko di negara berkembang, seperti Indonesia.

    Penguatan IHSG itu pun sejalan dengan penguatan rupiah yang berpotensi menguat ke level Rp13.500 pada tahun depan dan pertumbuhan ekonomi rebound hingga 4 persen. “Kembalinya aliran dana asing bersamaan dengan pengembangan vaksin akan menjadi pendorong utama di pasar,” tulis Henry.

    Henry menyarankan para investor untuk mulai menambah saham-saham berbasis siklikal dengan tetap harus mencermati kualitas dan kekuatan neraca keuangan emiten. Adapun, sektor yang diperkirakan bakal menarik untuk 2021 adalah perbankan, infrastruktur seperti jalan tol, semen, dan traktor, serta telekomunikasi.

    Sementara itu, J.P. Morgan menurunkan rekomendasi sektor defensif seperti barang konsumer dan kesehatan menjadi netral. Lembaga itu merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor pada 2021 yakni: BBCA, BBRI, UNTR, JSMR, INTP, TKM, SCMA, dan PWON.

    BISNIS

    Baca: Saham BUMN Farmasi Naik Berkat Vaksin Covid-19, IHSG Ditutup Menguat 2,07 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.