Survei Kemenhub: 73 Persen Masyarakat Pilih Tak Mudik pada Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean kendaraan menuju Jakarta menumpuk di pintu Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 23 Desember 2017. Pada arus mudik Natal dan libur panjang di tol Cipali terpantau padat baik kendaraan menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya. ANTARA

    Antrean kendaraan menuju Jakarta menumpuk di pintu Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 23 Desember 2017. Pada arus mudik Natal dan libur panjang di tol Cipali terpantau padat baik kendaraan menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan menggelar survei tentang perilaku masyarakat menjelang libur cuti bersama Natal dan tahun baru. Hasil sigi menyatakan 73 persen di antaranya memilih tidak mudik.

    "Sedangkan sebanyak 27 persen tetap melakukan perjalanan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 Desember 2020.

    Menurut Budi Setiyadi, penurunan jumlah pemudik terjadi karena masyarakat sadar terhadap tingginya lonjakan Covid-19. Masyarakat cenderung sadar mengurangi mobilisasi untuk menekan tingkat penyebaran virus coroba.

    Meski hanya sedikit persentase pergerakan orang untuk bepergian, Budi Setiyadi memastikan Kementerian tetap mempersiapkan sejumlah antisipasi bila terjadi lonjakan penumpang di pelbagai simpul transportasi. Kemenhub juga telah memetakan kota asal pemudik tersebar, misalnya dari Jabodetabek 31 persen.

    Pemudik Jabodetabek akan melakukan perjalanan ke Jawa Tengah sebanyak 20 persen, Jawa Timur 13 persen, dan Jawa Barat 10 persen. Puncak mudik pun diproyeksikan terjadi pada 23 Desember hingga 24 Desember dan 30-31 Desember.
    Kemenhub, kata Budi Setiyadi, akan melakukan pembatasan lalu-lintas barang keluar Jabodetabek saat puncak mudik terjadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.