Pemprov DKI Jual Ruas Tol Kebon Jeruk-Ulujami ke Astra

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol lingkar luar TB Simatupang, Jakarta Selatan, Ahad, 8 November 2020.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol lingkar luar TB Simatupang, Jakarta Selatan, Ahad, 8 November 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui badan usaha milik daerah PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menjual bisnis tol ruas Kebon Jeruk - Ulujami kepada Astra Infrastruktur, lini bisnis Astra International (ASII).

    Penjualan ini disepakati pada Kamis, 26 November 2020. Bertindak sebagai penasehat keuangan dalam akuisisi ini adalah Mandiri Sekuritas.

    Astra membeli 100 persen saham milik Jakarta Infrastruktur Propertindo dan PT Jaya Sarana Pratama yang keduanya terafiliasi ke Pemda DKI Jakarta. Kedua perusahaan memegang masing-masing 51 persen dan 49 persen saham Jakarta Marga Jaya.

    Sedangkan 100 persen saham Jakarta Marga Jaya setara 35 persen dalam ruas tol Kebon Jeruk - Ulujami. Ihwal keputusan Pemprov DKI Jakarta melepas aset yang dibangun era Gubernur Joko Widodo (Jokowi) ini, Jakpro enggan berkomentar.

    Sementara itu, Group CEO Astra Infrastruktur Djap Tet Fa mengungkapkan sumber pendanaan akuisisi berasal dari internal perseroan. Namun, ia tidak dapat membuka nilai akuisisi sesuai kesepakatan antara pembeli dan penjual.

    Djap menyatakan selalu terbuka dengan peluang akuisisi yang ada. Namun, lini infrastruktur Grup Astra itu mengaku selektif dalam mengevaluasi ruas tol yang ada.

    “Jadi, tidak semua ruas yang ditawarkan kami partisipasi karena kami ada kriteria investasi,” ujar Djap mengutip Bisnis.Com.

    Dia menjelaskan keputusan berinvestasi di JORR I W2N merupakan salah satu langkah strategis Grup Astra dalam mendiversifikasi portofolio bisnis jalan tol, khususnya area Metro. Langkah itu juga diklaim sebagai wujud kontribusi perseroan dalam mendukung kemajuan infrastruktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.