Joe Biden Menang, Indef: Perang Dagang Akan Tetap Ada dan Tensinya Meningkat

Reporter

Joe Biden menggendong cucunya saat selebrasi kemenangan pada Pemilu 2020 di hadapan para pendukungnya, di Wilmington, Delaware, AS, 7 November 2020. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho memperkirakan tensi perang dagang Amerika Serikat dan mitranya belum akan mereda meskipun Joe Biden menang atas rivalnya, Donald Trump, dalam pemilihan presiden AS.

"Apakah trade wars akan menurun tensinya? Saya rasa tidak. Akan tetap ada dan tensinya akan meningkat," ujar Andry dalam webinar, Ahad, 8 November 2020.

Analisis tersebut, tutur dia, muncul dari kritik yang dilontarkan Joe Biden kepada Donald Trump. Presiden terpilih dari Partai Demokrat itu disebut pernah mengkritik perjanjian fase satu antara Amerika Serikat dengan Cina.

"Bahwa kesepakatan fase satu dengan Cina itu tidak bisa meningkatkan industri atau produksi dalam negeri, dan perdagangan dengan Cina akan terus meningkat. Seperti cek kosong saja," tutur Andry.

Selanjutnya, Biden mengatakan akan bekerja sama dengan sekutu Amerika untuk menerapkan pengenaan tarif kepada Cina. Hal tersebut lah yang membuat Andry memprediksi tensi perang dagang antara dua negara adi daya tersebut belum akan berakhir, dan malah meningkat.

Di samping itu, Joe Biden juga diperkirakan akan melanjutkan kebijakan restriksi yang sudah diterapkan pada era Donald Trump. Kebijakan tersebut, kata Andry, dituangkan salah satunya melalui program 'Buy America Plan'. Program tersebut mewajibkan produk Amerika untuk dibeli. Program ini akan masuk pada pengadaan di tataran pemerintahan.






Gara-gara Balon Mata-mata, Menlu AS Antony Blinken Tunda Kunjungan ke China

8 jam lalu

Gara-gara Balon Mata-mata, Menlu AS Antony Blinken Tunda Kunjungan ke China

Menteri Luar Negeri Antony Blinken menunda kunjungan ke Beijing, yang tadinya dijadwalkan Jumat, gara-gara insiden balon-mata-mata China


Amerika Kembalikan Barang Antik Selundupan ke Italia

18 jam lalu

Amerika Kembalikan Barang Antik Selundupan ke Italia

Sejumlah barang antik bernilai tinggi total sekitar USD 2,5 juta (Rp 37 miliar) dikembalikan Amerika Serikat ke Italia karena hasil selundupan.


Heboh Balon Mata-mata Cina Intai Militer AS, Bagaimana Cara Kerjanya?

20 jam lalu

Heboh Balon Mata-mata Cina Intai Militer AS, Bagaimana Cara Kerjanya?

Amerika Serikat mengaku balon mata-mata Cina mengintai fasilitas militernya.


Balon Mata-mata China Seukuran 3 Bus, Sempat Dikira Bintang di Siang Bolong

21 jam lalu

Balon Mata-mata China Seukuran 3 Bus, Sempat Dikira Bintang di Siang Bolong

Pakar pertahanan memperkirakan ukuran balon mata-mata itu setara dengan panjang tiga bus. Warga pada awalnya mengira itu adalah bintang.


AS Tuding China Terbangkan Balon Mata-mata, Ini Reaksi Beijing

22 jam lalu

AS Tuding China Terbangkan Balon Mata-mata, Ini Reaksi Beijing

juru bicara kementerian luar negeri China Mao Ning mengatakan Beijing sedang "memverifikasi" tudingan adanya balon mata-mata mereka di AS.


Mobil Bekas Terlaris 2022: Truk

22 jam lalu

Mobil Bekas Terlaris 2022: Truk

Mobil baru yang paling laris nantinya cenderung menjadi mobil bekas terlaris juga.


Menengok Kembali Pecahnya Jerman Menjadi Dua Akibat Perang Dingin

1 hari lalu

Menengok Kembali Pecahnya Jerman Menjadi Dua Akibat Perang Dingin

Perang Dingin memicu sejumlah konflik, salah satunya adalah perpecahan Jerman menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur.


Menyingkap Jet Tempur F-16 Fighting Falcon: Ada Faktor Tak Sengaja dari Kelahiran Si Gesit Amerika Ini

1 hari lalu

Menyingkap Jet Tempur F-16 Fighting Falcon: Ada Faktor Tak Sengaja dari Kelahiran Si Gesit Amerika Ini

Sejarah jet tempur F-16 bermula dari konsep pesawat tempur ringan berteknologi mumpuni namun efektif dalam bermanuver oleh Kolonel John Boyd dkk


Balon Mata-mata Cina Terbang di Atas Situs Militer AS, Sempat Mau Ditembak

1 hari lalu

Balon Mata-mata Cina Terbang di Atas Situs Militer AS, Sempat Mau Ditembak

Amerika Serikat mengklaim balon mata-mata Cina terbang di atas situs militer beberapa hari sebelum Menlu AS Anthony Blinken ke negara tersebut.


Khawatir Ancaman Cina, Filipina Berikan AS Akses Lebih Luas ke Pangkalan Militernya

1 hari lalu

Khawatir Ancaman Cina, Filipina Berikan AS Akses Lebih Luas ke Pangkalan Militernya

Cina menegaskan akses AS yang lebih luas ke pangkalan militer Filipina dapat mengganggu stabilitas regional dan meningkatkan ketegangan.