Bos Garuda Indonesia Beberkan Alasan Pemutusan Kontrak 700 Karyawan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo bercorak khusus yang menampilkan visual masker pada bagian moncong pesawat dipamerkan di akun media sosial maskapai plat merah tersebut. Instagram

    Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo bercorak khusus yang menampilkan visual masker pada bagian moncong pesawat dipamerkan di akun media sosial maskapai plat merah tersebut. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan pemutusan kontrak terhadap 700 karyawannya. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengkonfirmasi kabar tersebut.

    “Perlu kiranya kami sampaikan bahwa pada dasarnya kebijakan yang diberlakukan adalah penyelesaian lebih awal masa kontrak kerja karyawan dengan status tenaga kerja kontrak,” ujar Irfan saat dihubungi pada Rabu, 27 Oktober 2020.

    Sumber Tempo di lingkungan Garuda Indonesia mengatakan surat pemutusan kontrak dikirimkan sejak Senin sore, 26 Oktober 2020. Surat dilayangkan melalui email masing-masing pegawai.

    Adapun Irfan menjelaskan, kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 November 2020. Status karyawan kontrak yang diputus adalah mereka yang sejak Mei 2020 menjalani kebijakan unpaid leave imbas turunnya demand layanan penerbangan pada masa pandemi. Melalui penyelesaian kontrak lebih awal tersebut, Irfan menjamin perusahaan akan memenuhi seluruh hak karyawan.

    “Termasuk pembayaran di awal atas kewajiban perusahaan terhadap sisa masa kontrak karyawan,” tutur Irfan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menekan Penularan Covid-19 di Lokasi Wisata

    Pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 pada liburan akhir tahun dengan beberapa upaya. Berikut detailnya.