Sri Mulyani Minta Jaksa Agung Buat Target Penyitaan Aset Skandal Jiwasraya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenakan masker saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenakan masker saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Adapun dalam rapat bersama Komisi Hukum DPR, Kamis, 2 Juli 2020, Kejaksaan Agung melaporkan penyitaan terhadap Rp18,4 triliun aset miliki terdakwa dalam skandal Jiwasraya. Aset ini terdiri dari tanah, mobil mewah, saham, perhiasan, dan properti.

    Dalam rapat, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Ali Mukartono, menyebut jumlah Rp18,4 triliun itu lebih besar dari kerugian yang dialami negara yang dilaporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yaitu Rp16,81 triliun. Saat itu, Ali pun juga menyampaikan adanya permintaan dari Sri Mulyani agar mereka menyita sebanyak-banyak aset tersangka di kasus ini.

    Baca juga: Sri Mulyani: Suku Bunga Global Tetap Rendah, Positif Buat RI

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.