Sri Mulyani Revisi Proyeksi Perekonomian jadi Minus, IHSG Jeblok ke Level 4.934

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 10 September 2020.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam sebesar lima persen pada level 4.892,87 atau turun 257,49 poin. ANTARA/Reno Esnir

    Karyawan mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 10 September 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam sebesar lima persen pada level 4.892,87 atau turun 257,49 poin. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG jatuh ke zona merah setelah tidak mampu menghadapi tekanan jual dari investor asing. Pada akhir perdagangan hari ini, Selasa, 22 September 2020, IHSG terkoreksi 1,31 persen atau 65,26 poin ke level 4.934,003.

    Adapun total nilai transaksi saham di seluruh papan perdagangan senilai Rp 5,756 triliun dengan 123 saham menguat, 305 terkoreksi, dan 144 stagnan. Investor asing kembali menekan IHSG dengan aksi jual atau net sell Rp 499 miliar. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi sasaran utama dengan net sell Rp 370,9 miliar.

    Tak hanya BBCA, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga menjadi sasaran aksi jual asing dengan net sell Rp 53,1 miliar. BBCA dan BMRI kompak parkir di zona merah dengan koreksi masing-masing 2,77 persen dan 3,20 persen.

    Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menanggapi perubahan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dennies memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sesi kedua perdagangan hari ini bakal tertekan, salah satunya adalah sektor perbankan.

    “Kalau perekonomian susah, pasti kredit akan banyak yang macet dan butuh restrukturisasi. Likuiditas bank akan terganggu,” ujar Dennies ketika dihubungi, Selasa, 21 September 2020.

    Hal senada disampaikan analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama. Ia menyebutkan selain terimbas oleh perubahan proyeksi perekonomian oleh pemerintah, IHSG juga tertekan oleh sentimen negatif The Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) Files yang menyeret sejumlah perbankan juga menekan pergerakan indeks.

    Sebelumnya, Sri Mulyani menyampaikan revisi proyeksi perekonomian hingga akhir tahun 2020. Produk domestik bruto (PDB) Indonesia diperkirakan akan minus pada kuartal III tahun ini sehingga secara resmi Indonesia mengalami resesi.

    Ia menyebutkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III di 2020 bakal minus 2,9 persen hingga minus 1 persen. Sebelumnya pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga berada di rentang minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Antisipasi Penyebaran Wabah Covid-19 Saat Maulid Nabi

    Untuk menekan penyebaran wabah Covid-19, pemerintah berupaya mencegah kerumunan dalam setiap kegiatan di masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.