Jakob Oetama Wafat, Ahok: Terima Kasih Telah Mendirikan Kompas

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setelah Kompas berkembang pesat, Jakob mengembangkan sayap perusahaan dan mendirikan sejumlah anak perusahaan, mulai dari yang bergerak di bidang media massa, percetakan hingga universitas. dok. Arsip Kompas Gramedia

    Setelah Kompas berkembang pesat, Jakob mengembangkan sayap perusahaan dan mendirikan sejumlah anak perusahaan, mulai dari yang bergerak di bidang media massa, percetakan hingga universitas. dok. Arsip Kompas Gramedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan ungkapan duka cita atas wafatnya pendiri Kompas Gramedia Group, Jakob Oetama. Ahok berterima kasih karena mendiang telah mendirikan surat kabar nasional, Harian Kompas.

    "Terima kasih telah mendirikan surat kabar Kompas, salah satu surat kabar (media) yang wajib saya baca," kata Ahok lewat akun Instagramnya, @basukibtp, Rabu, 9 September 2020.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berterima kasih atas nasihat yang telah diberikan Jakob Oetama semasa hidupnya. "Terima kasih atas petuah-petuah yang disampaikan kepada saya. Selamat jalan Pak Jacob," tutur Ahok.

    Ahok mengunggah potretnya bersama Jakob Oetama. Dalam foto itu, Ahok mengenakan kemeja koko dengan sarung khas Betawi dan peci berwarna hitam. Busana Ahok tampak seperti seragam yang ia kenakan saat memimpin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di sampingnya berdiri Jakob, yang dalam potret itu berkemeja biru.

    Jakob Oetama tutup usia pada Rabu, 9 September 2020 pukul 13.05 WIB di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading Jakarta Utara. Ia wafat di usia ke-88 tahun.

    Jenazah Jakob Oetama disemayamkan di Kantor Kompas Gramedia Palmerah Selatan. Setelahnya, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Kamis, 10 September 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Vaksin Covid-19 Dalam Percobaan

    Berbagai perusahaan sedang berbondong-bondong memproduksi vaksin Covid-19 yang ditargetkan untuk disebarluaskan tahun depan