Erick Thohir: Kita Selalu Dijelek-jelekkan Soal Penanganan Covid-19

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin Covid-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 4 Agustus 2020. Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin Covid-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin Covid-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 4 Agustus 2020. Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin Covid-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir bingung terhadap buruknya persepsi negara luar kepada Indonesia dalam menangani Covid-19. Padahal menurut dia, ketimbang negara-negara anggota G-20, peringkat kematian karena Covid-19 di Tanah Air masih menduduki ranking ke-16.

    "Kita selalu dijelek-jelekkan soal penanganan Covid-19. Bahkan ada research Iindonesia urutan ke-97 (untuk penanganan Covid-19). Itu dari mana?" katanya dalam diskusi virtual bersama Kumparan, Jumat, 7 Agustus 2020.

    Menurut Erick, penanganan virus corona di Indonesia cukup baik. Dari sisi kesehatan, dia memastikan saat ini tidak ada lagi antrean untuk pasien Covid-19 di rumah sakit.

    Pemerintah pun, tutur Erick, membangun rumah sakit darurat yang memanfaatkan gedung Wisma Atlet. "Pak Doni (Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo) juga langsung turun ke bawah (lapangan)," tuturnya.

    Sedangkan dari sisi ekonomi, saat ini pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus untuk mendongkrak kembali pertumbuhan. Pemerintah juga telah membuka destinasi-destinasi wisata untuk pelancong domestik dengan protokol kesehatan yang ketat.

    Daerah yang kembali menerima turis lokal seperti Bali, Yogyakarta, dan Bandung pun telah mulai menunjukkan geliat ekonominya.

    Erick menilai persepsi tersebut berkebalikan dengan prediksi Dana Moneter Internasional atau IMF. IMF memperkirakan Indonesia akan berada di urutan lima besar dunia berdasarkan produk domestik brutonya (PDB) pada 2024.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Manfaat Telur Ayam Kampung

    Sejumlah manfaat terlur ayam kampung dapat diperoleh oleh mereka yang mengkonsumsinya. Salah satunya, secara tak langsung menurunkan berat badan.