Pegadaian Intensifkan Gadai On Demand, Barang Dijemput Ojek Online

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah melakukan physical distancing saat mengantre pelayanan di Kantor Pegadaian Pusat, Jakarta, Senin, 20 April 2020. Berdasarkan data, pinjaman naik 16,55 persen secara tahunan (yoy) dari Rp 29 triliun menjadi Rp 33,8 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    Nasabah melakukan physical distancing saat mengantre pelayanan di Kantor Pegadaian Pusat, Jakarta, Senin, 20 April 2020. Berdasarkan data, pinjaman naik 16,55 persen secara tahunan (yoy) dari Rp 29 triliun menjadi Rp 33,8 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pegadaian (Persero) mengintensifkan produk Gadai On Demand, yakni penjemputan barang jaminan gadai via ojek daring atau ojek online (ojol) untuk memudahkan nasabah.

    "Gadai on Demand ini juga menyasar nasabah yang waktunya sempit, padat, atau sibuk, untuk kita layani. Karena mereka tak perlu keluar tempat tinggal, bisa pick up dengan ojek online seperti Gojek yang telah kami gandeng, berikutnya Grab juga akan kamiajak kerja sama," ujar Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto kepada Bisnis, Sabtu, 1 Agustus 2020.

    Dalam memulai proses Gadai on Demand, nasabah perlu menggunakan Pegadaian Digital terlebih dahulu. Nantinya, petugas akan merekomendasikan pengemudi ojol untuk menjemput jaminan gadai ke rumah nasabah. Namun, perlu diingat, nilai barang gadai dibatasi maksimal sebesar Rp 10 juta demi keamanan dan kenyamanan. Setelah itu, dana hasil gadai akan langsung ditransfer ke rekening nasabah.

    Selain mengintensifkan layanan yang diresmikan sejak April 2019 bertepatan dengan HUT Ke-118 Pegadaian ini, Kuswiyoto menyebutkan bahwa nantinya ada pula layanan Gadai Drop Box yang juga mengurangi kontak fisik.

    Lewat Gadai via Drop Box, nasabah tidak perlu datang dan bertemu petugas. Nasabah hanya perlu memasukkan barang gadai ke titik lokasi drop box.

    Kuswiyoto mengungkapkan bahwa produk ini juga merupakan upaya Pegadaian menambah nasabah dan memperluas pasar, terutama bagi masyarakat yang masih malu-malu ketika berniat menggadai sesuatu.

    "Jadi tidak perlu datang ke kantor cabang, setelah barang jaminan kita ambil dan nilai, pencairan kreditnya nanti lewat transaksi digital. Jangan khawatir pula sekuriti dari proses produk ini pasti kami jaga karena tidak semua orang bisa membuka sehingga barang nasabah tidak tertukar, hilang, atau tertimpa kejadian lain yang tidak diinginkan," kata Kuswiyoto.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.