Puncak Arus Balik Idul Adha, Angkutan Barang Diimbau Tak Lewat Tol Trans Jawa

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean kendaraan saat pemeriksaan surat kelengkapan syarat masuk wilayah Jabodetabek di KM 47 Tol Cikampek-Jakarta, Jawa Barat, Rabu, 27 Mei 2020. Petugas gabungan melakukan pemeriksaan dan memperketat pengawasan arus transportasi yang hendak masuk ke Jabodetabek guna memutus penyebaran COVID-19. ANTARA

    Antrean kendaraan saat pemeriksaan surat kelengkapan syarat masuk wilayah Jabodetabek di KM 47 Tol Cikampek-Jakarta, Jawa Barat, Rabu, 27 Mei 2020. Petugas gabungan melakukan pemeriksaan dan memperketat pengawasan arus transportasi yang hendak masuk ke Jabodetabek guna memutus penyebaran COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai antisipasi puncak arus balik selama periode libur Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada hari Ahad besok, pemerintah mengimbau mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih untuk tidak kembali ke Jakarta melewati jalan tol Trans Jawa. 

    Hal ini, kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, dilakukan untuk menghindari kemacetan dan mengantisipasi lonjakan kendaraan pribadi yang akan melakukan perjalanan balik ke Jakarta. Pada hari Ahad besok, mobil barang dengan sumbu 3 ke atas diimbau tidak melakukan perjalanan ke Jakarta melalui jalan tol.

    Bagi para pengemudi truk sumbu 3 ke atas, kata BUdi, dapat menghindari penggunaan tol Trans Jawa mulai dari Ruas Semarang sampai dengan Jakarta. Jalur tersebut akan akan diprioritaskan untuk kendaraan pribadi.

    Dengan demikian, kata Budi, mobil barang logistik sumbu 3 ke atas diharapkan menggunakan jalan arteri (non tol) yaitu melalui Jalur Pantura Semarang – Cirebon – Indramayu – Karawang – Bekasi. "Karena saat ini berdasarkan laporan yang saya dapatkan cenderung ada kenaikan volume lalu lintas di jalan tol pada periode libur Idul Adha,” ucapnya dalam siaran pers, Jumat, 31 Juli 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.