Pendapatan Jasa Marga Turun 17,5 Persen karena Lalu Lintas Harian Melandai

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial sejumlah kendaraan melintas di Simpang Susun Antasari di Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Mei 2020. PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi volume lalu lintas selama Lebaran akan mengalami penurunan signifikan sebesar 62,5 persen untuk pra Idul Fitri dan sebesar 58,7 persen untuk pasca Idul Fitri akibat larangan mudik selama pandemi COVID-19. ANTARA

    Foto aerial sejumlah kendaraan melintas di Simpang Susun Antasari di Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Mei 2020. PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi volume lalu lintas selama Lebaran akan mengalami penurunan signifikan sebesar 62,5 persen untuk pra Idul Fitri dan sebesar 58,7 persen untuk pasca Idul Fitri akibat larangan mudik selama pandemi COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyebutkan imbauan Work From Home (WFH) dan juga kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menyebabkan turunnya volume lalu lintas harian maupun Pendapatan Tol Perseroan menjadi sebesar Rp 3,9 triliun. 

    "Atau turun sebesar 17,5 persen dari semester I Tahun 2019," kata M. Agus Setiawan  Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juli 2020.

    Laporan semester I juga mencatatkan kinerja laba bersih Jasa Marga sebesar Rp 105,7 miliar. Nilai itu anjlok 90,02 persen dibanding periode tahun lalu, Rp 1,02 triliun.

    EBITDA Perseroan pada semester I 2020 tercatat sebesar Rp 2,6 triliun, turun 23 persen dibandingkan semester I Tahun 2019.

    Selain itu, keberhasilan Perseroan untuk menjaga kinerja positif terlihat juga pada Pendapatan Usaha  Non Jalan Tol Perseroan yang berhasil tetap tumbuh 4,1 persen, yaitu sebesar Rp 433,3 miliar dengan Total Aset
    Perseroan mencapai Rp 102,7 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Vaksin Sputnik V Buatan Rusia untuk Hadapi Wabah Virus Corona

    Vladimir Putin umumkan penakluk wabah virus corona berupa Vaksin Sputnik V. Penangkal Covid-19 itu memicu kritik karena prosesnya dianggap sembrono.