Ketidakpastian Akibat Covid-19 Meningkat, Sri Mulyani: Kecepatan Pemulihan Terancam

Reporter

Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan pidato pada acara Mandiri Investment Forum 2020 Indonesia : Advancing Investment-Led Growth, di Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah melihat adanya ketidakpastian dengan meningkatnya penyebaran Covid-19 beberapa bulan terakhir seiring dengan pembukaan ekonomi di seluruh dunia.

"Ini menyebabkan kecepatan pemulihan kemungkinan agak terancam," ujar dia dalam konferensi video, Selasa, 28 Juli 2020. Kondisi ketidakpastian itu, menurut dia, akan mempengaruhi desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021.

Dengan ketidakpastian itu, Sri Mulyani mengatakan penanganan Covid-19 tetap harus dilakukan. Namun, di sisi lain, ia melihat langkah penanganan Covid-19 bisa membuat kondisi perekonomian tertahan. "Dilema ini menjadi sangat nyata dan oleh karena itu kita harus masukkan di desain 2021."

Misalnya saja pada pembahasan awal dengan Dewan Perwakilan Rakyat, telah disepakati angka-angka asumsi makro dalam bentuk range. Namun, pemerintah dalam memfinalkan RAPBN 2021 akan menyampaikan asumsi makro tersebut dalam satu poin atau titik.

"Yakni pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang nanti akan disampaikan presiden pada 14 Agustus. Saya tidak akan sampaikan karena ini adalah domain presiden," ujar Sri Mulyani.

Dengan kesepakatan awal asumsi pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,5-5,5 persen pada tahun depan, defisit pada RAPBN 2021 disepakati pada 4,17 persen. Namun, dengan adanya ketidakpastian yang sangat tinggi, Sri Mulyani mengatakan defisit anggaran tahun depan perlu diperlebar.

"Di dalam sidang kabinet pagi ini, presiden memutuskan kita akan memperlebar defisit jadi 5,2 persen dari PDB," ujar Sri Mulyani. Ia mengatakan desain APBN 2021 akan cenderung difokuskan kepada upaya negara menghadapi ketidakpastian dan pemulihan ekonomi yang masih sangat dipengaruhi oleh kecepatan penanganan Covid-19.

Dengan defisit di 5,2 persen PDB pada 2021, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan memiliki cadangan belanja Rp 179 triliun yang prioritasnya akan ditetapkan oleh Presiden. Ia mengatakan belanja tersebut akan diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional pada tahun depan.

Prioritas yang akan didukung dari penambahan belanja tersebut antara lain dari sisi ketahanan pangan, pembangunan kawasan industri yang didukung infrastruktur, serta untuk teknologi komunikasi dan informatika untuk pemerataan konektivitas di Tanah Air.

Serta, belanja juga akan diarahkan ke bidang kesehatan dan pendidikan, terutama untuk penanganan Covid-19 pasca 2020 dan dukungan untuk biaya vaksin. "Besok kami akan Ratas lagi untuk membahas penggunaan anggaran tambahan dari adanya defisit ini, agar dia betul-betul produktif dan didukung rencana belanja yang baik," ujar Sri Mulyani.

CAESAR AKBAR






Terpopuler: Buwas Pertanyakan Data Beras Kementan, Lowongan Kerja di Astra Honda Motor

6 jam lalu

Terpopuler: Buwas Pertanyakan Data Beras Kementan, Lowongan Kerja di Astra Honda Motor

Berita terpopuler pada Rabu, 7 Desember 2022, dimulai dari Dirut Bulog Budi Waseso atau Buwas yang mempertanyakan data beras Kementerian Pertanian.


Sri Mulyani Minta Pemda Segera Belanjakan Dana Mengendap: Bukan Asal Habis

20 jam lalu

Sri Mulyani Minta Pemda Segera Belanjakan Dana Mengendap: Bukan Asal Habis

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar pemerintah daerah (Pemda) segera membelanjakan dana yang mengendap di perbankan.


Sri Mulyani Ungkap Cara Agar Belanja Modal Pemda Tak Mengendap di Perbankan

22 jam lalu

Sri Mulyani Ungkap Cara Agar Belanja Modal Pemda Tak Mengendap di Perbankan

Sri Mulyani meminta pemerintah daerah (pemda) segera membelanjakan dana yang mengendap di perbankan.


Sri Mulyani: Freeport adalah Aset yang Harus Kita Jaga Bersama

1 hari lalu

Sri Mulyani: Freeport adalah Aset yang Harus Kita Jaga Bersama

Sri Mulyani menyebut operasi penambangan bawah tanah PT Freeport Indonesia melalui Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) telah berkontribusi sebesar $2 miliar bagi penerimaan negara


Inflasi Masih Tinggi, Pertumbuhan Ekonomi Inggris Diprediksi Melambat

1 hari lalu

Inflasi Masih Tinggi, Pertumbuhan Ekonomi Inggris Diprediksi Melambat

Pertumbuhan ekonomi Inggris pada tahun depan diprediksi melambat karena inflasi masih tinggi. Hal ini berdampak pula pada masuknya investasi


Ekonomi 2023 Diprediksi Gelap, Apa yang Harus Dilakukan Startup Digital?

1 hari lalu

Ekonomi 2023 Diprediksi Gelap, Apa yang Harus Dilakukan Startup Digital?

Dalam situasi sulit, investasi perusahaan atau startup terhadap teknologi menjadi salah satu upaya untuk mencapai efisiensi biaya operasional.


Sebut Ekonomi RI 2023 Tertekan, Apindo Ungkap Sektor Usaha yang Omsetnya Turun Signifikan

2 hari lalu

Sebut Ekonomi RI 2023 Tertekan, Apindo Ungkap Sektor Usaha yang Omsetnya Turun Signifikan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Hariyadi B. Sukamdani mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tertekan pada tahun 2023.


Apindo Yakin Ekonomi RI 2023 5 Persen Lebih Meski Ketidakpastian Global Masih Sangat Tinggi

2 hari lalu

Apindo Yakin Ekonomi RI 2023 5 Persen Lebih Meski Ketidakpastian Global Masih Sangat Tinggi

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Hariyadi B. Sukamdani membeberkan proyeksi pertumbuhan ekononi Indonesia pada tahun 2023.


Sri Mulyani Kunjungi Tambang Freeport: Terbesar Milik Indonesia Saat Ini

3 hari lalu

Sri Mulyani Kunjungi Tambang Freeport: Terbesar Milik Indonesia Saat Ini

Sri Mulyani mendatangi Tambang Grasberg pada akhir pekan, Ahad, 4 Desember 2022. Ia bercerita melihat langsung salah satu tambang emas terbesar itu.


Sri Mulyani Beberkan Tantangan Global di 2023: Bisa Jadi Turning Point kalau Perang Berhenti

4 hari lalu

Sri Mulyani Beberkan Tantangan Global di 2023: Bisa Jadi Turning Point kalau Perang Berhenti

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan ada sejumlah tantangan yang harus pengusaha Indonesia hadapi memasuki tahun 2023.