Negara G20 Sepakat Dorong Kerja Sama Pengembangan Vaksin Covid-19

Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengatakan negara yang tergabung dalam kelompok G20 sepakat untuk terus mendorong kerja sama dalam pengembangan vaksin Covid-19 dan obat-obatan yang mudah diakses dan terjangkau. Selain itu mereka juga sepakat mempercepat pemulihan ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman. Rizal selaku Sherpa G20 Indonesia yang turut menghadiri pertemuan G20 itu menyatakan semua negara tengah melakukan langkah extraordinary.

Sherpa sendiri adalah sebutan perwakilan negara dalam pertemuan internasional seperti G7 atau G20. Lebih jauh Rizal menyebutkan, langkah extraordinary sejumlah negara itu di antaranya dengan menerapkan strategi kebijakan, baik dari sisi fiskal maupun moneter.

“Dari aspek kesehatan, Indonesia terus mendorong peningkatan kerja sama dalam rangka penemuan vaksin dan penyaluran obat-obatan yang mudah terjangkau dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat,” kata Lukman dalam keterangan tertulis, Sabtu malam, 26 Juli 2020.

Rizal menjelaskan, pertemuan ini membahas mengenai perkembangan terkait isu penanganan Covid-19, perkembangan isu-isu terkini di bawah Working Groups G20, serta masukan terhadap elemen Outcome KTT G20 yang akan dilaksanakan pada bulan November 2020 mendatang.






Untung Berlipat dari Pasar Saham, Kaesang Pangarep Bagikan Cerita dan Strateginya

5 jam lalu

Untung Berlipat dari Pasar Saham, Kaesang Pangarep Bagikan Cerita dan Strateginya

Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep membagikan ceritanya dalam berinvestasi di pasar saham.


Retno Marsudi: Indonesia Ingin Membuat ASEAN Tetap Relevan

1 hari lalu

Retno Marsudi: Indonesia Ingin Membuat ASEAN Tetap Relevan

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berharap lancarnya gelaran G20 di Bali dapat menular ke keketuaan ASEAN Indonesia di 2023.


Sebut Harga Tiket Kereta Cepat Terlampau Murah, Ekonom: Jadi Beban Berkepanjangan

1 hari lalu

Sebut Harga Tiket Kereta Cepat Terlampau Murah, Ekonom: Jadi Beban Berkepanjangan

Ekonom menilai proyek kereta cepat akan menjadi beban bagi Indonesia dalam jangka panjang karena harga tiket yang dijual terlampau murah.


Presiden Jokowi Cerita Salaman dengan Joe Biden dan Xi Jinping dengan Mengadahkan Kepala

1 hari lalu

Presiden Jokowi Cerita Salaman dengan Joe Biden dan Xi Jinping dengan Mengadahkan Kepala

Presiden Jokowi menyatakan dirinya tak menunduk saat bersalaman dengan Joe Biden dan Xi Jinping pada acara KTT G20 dua pekan lalu.


OPEC Perkirakan Industri Migas Global Butuh Investasi USD 12 Triliun pada 2045

2 hari lalu

OPEC Perkirakan Industri Migas Global Butuh Investasi USD 12 Triliun pada 2045

OPEC melakukan kajian World Oil Outlook 2022 di Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) beberapa waktu lalu.


Presiden Jokowi Dapat Penghargaan Global Leadership Award

2 hari lalu

Presiden Jokowi Dapat Penghargaan Global Leadership Award

FPCI bekerja sama dengan komunitas kebijakan luar negeri lainnya di Indonesia sepakat memberikan penghargaan Global Leadership Award kepada Jokowi


Vaksin Booster Kedua untuk Lansia 60 Tahun ke Atas Sudah Tersedia di Puskesmas Jakarta Barat

2 hari lalu

Vaksin Booster Kedua untuk Lansia 60 Tahun ke Atas Sudah Tersedia di Puskesmas Jakarta Barat

Pemerintah Kota Jakarta Barat memastikan vaksin booster untuk lansia 60 tahun ke atas sudah tersedia di Pusat Kesehatan Masyarakat.


SKK Migas Pede Target Investasi USD 13,2 Miliar pada 2022 Tercapai

2 hari lalu

SKK Migas Pede Target Investasi USD 13,2 Miliar pada 2022 Tercapai

Kemal mengatakan, biasanya SKK Migas memasang target investasi antara US$ 10-11 miliar. Namun, tahun ini, target itu naik.


Jumlah Investor Milenial di Pasar Modal Terus Tumbuh, UOB Gelar Wealth Fair 2022

2 hari lalu

Jumlah Investor Milenial di Pasar Modal Terus Tumbuh, UOB Gelar Wealth Fair 2022

President Director UOB Indonesia Hendra Gunawan mengatakan pameran tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat yang ingin berinvestasi.


Setelah Modifikasi Cuaca Berhasil di G20, Luhut Ingin RI Punya Lembaga Khusus

2 hari lalu

Setelah Modifikasi Cuaca Berhasil di G20, Luhut Ingin RI Punya Lembaga Khusus

Negara lain, seperti Thailand, kata Luhut, memiliki lembaga modifikasi cuaca yang pertanggungjawabannya langsung kepada raja.