Investasi dari Singapura Tetap Tinggi Saat Resesi, Apa Sebabnya?

Reporter

Editor

Rahma Tri

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam acara groundbreaking virtual PT Meiloon Technology Indonesia di Subang, Jawa Barat, Selasa, 21 Juli 2020. Sumber: BKPM

TEMPO.CO, Jakarta - Singapura dilaporkan tengah mengalami resesi ekonomi karena pertumbuhan ekonominya anjlok 41,2 persen pada kuartal II/ 2020 ini. Meski demikian, ternyata aliran investasi dari negeri Singa ke Indonesia ini tidak berkurang, tetap tinggi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia pun menjelaskan penyebab moncernya aliran modal dari Singapura, meskipun di tengah tekanan ekonomi akibat Covid-19. "Apabila dikaitkan dengan investasi, Singapura itu hub untuk beberapa negara, jadi tidak terlalu berpengaruh," ujar dia dalam konferensi video, Rabu, 22 Juli 2020.

Di samping itu, Bahlil menambahkan, proyek dan investasi asal Singapura di Indonesia juga sudah berjalan. Sehingga, ia meyakini modal dari negeri Singa tidak bakal mandek, meskipun secara perekonomian, Singapura kini tengah masuk ke dalam kondisi resesi. 

"Enggak mungkin investasi 20-30 persen mandek karena persoalan Singapura, saya yakin tetap jalan. Buktinya sudah minus tapi tetap baik realisasinya," ujar Bahlil Lahadalia.

Terkait imbas perekonomian akibat resesi ekonomi yang dialami Singapura, Bahlil mengatakan postur ekonomi Indonesia dan negara itu berbeda. Ekonomi Singapura selama ini ditunjang arus barang dan manusia, lantaran mengandalkan ekspor, impor dan pariwisata. Sementara Indonesia punya postur yang berbeda.






Kemenperin Catat Ekspor Industri Mainan RI Meningkat Capai USD 383 Juta, Naik 29,8 Persen

2 jam lalu

Kemenperin Catat Ekspor Industri Mainan RI Meningkat Capai USD 383 Juta, Naik 29,8 Persen

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian atau Kemenperin, Reni Yanita, menjelaskan, pemkembangan industri mainan di Indonesia. I


Piala Dunia Qatar, Suporter Negara Lain Diminta Waspada Flu Unta

2 jam lalu

Piala Dunia Qatar, Suporter Negara Lain Diminta Waspada Flu Unta

MERS adalah satu dari delapan risiko infeksi potensial yang secara teoritis dapat muncul selama Piala Dunia Qatar 2022.


Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

3 jam lalu

Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

Covid-19 telah bermutasi menjadi kasus dengan gejala ringan.


Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

4 jam lalu

Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

Polda Metro Jaya menyiapkan Samsat Keliling untuk memfasilitasi masyarakat di 14 titik Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.


Kementerian Pendidikan Buka Pendaftaran Beasiswa S2 di Singapura

7 jam lalu

Kementerian Pendidikan Buka Pendaftaran Beasiswa S2 di Singapura

Kementerian Pendidikan membuka pendaftaran beasiswa untuk program magister dari The Lee Kuan Yew School of Public Policy.


Terpopuler: Buwas Pertanyakan Data Beras Kementan, Lowongan Kerja di Astra Honda Motor

8 jam lalu

Terpopuler: Buwas Pertanyakan Data Beras Kementan, Lowongan Kerja di Astra Honda Motor

Berita terpopuler pada Rabu, 7 Desember 2022, dimulai dari Dirut Bulog Budi Waseso atau Buwas yang mempertanyakan data beras Kementerian Pertanian.


Berita Top 3 Dunia: Anwar Ibrahim Bongkar Skandal Muhyiddin Yassin

8 jam lalu

Berita Top 3 Dunia: Anwar Ibrahim Bongkar Skandal Muhyiddin Yassin

Berita Top 3 Dunia pada Rabu 7 Desember 2022 diawali oleh peringatan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim terhadap pendahulunya, Muhyiddin Yassin.


Investasi Perusahaan Kendaraan Listrik Tembus Rp 1,92 Triliun, Menperin: Masih Perlu Kita Dorong

17 jam lalu

Investasi Perusahaan Kendaraan Listrik Tembus Rp 1,92 Triliun, Menperin: Masih Perlu Kita Dorong

Menteri Perindustrian mengatakan ada 25 ribu unit kendaraan listrik yang sudah teregistrasi hingga September 2022.


Banjir Beras di Atas Kertas

18 jam lalu

Banjir Beras di Atas Kertas

Polemik data beras kian meruncing.


Audio Plus Indonesia Hadirkan Produk Baru Audio Mobil Crescendo

19 jam lalu

Audio Plus Indonesia Hadirkan Produk Baru Audio Mobil Crescendo

Audio mobil Crescendo Revolution Series terbaru berupa high-performance competition amplifier, termasuk carbon cone sound quality subwoofer.