12 Perusahaan Importir Sepakat Menyerap Gula Petani Lokal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani tebu dari berbagai daerah di Indonesia menaburkan gula import saat aksi demo didepan istana negara, 28 Agustus 2017. Petani tersebut menuntut harga gula yang merosot tajam rata-rata Rp 9.000-9.500/kg, jauh dibandingkan tahun 2016 yang rata-rata Rp 11.000-11.500/kg. TEMPO/Rizki Putra

    Petani tebu dari berbagai daerah di Indonesia menaburkan gula import saat aksi demo didepan istana negara, 28 Agustus 2017. Petani tersebut menuntut harga gula yang merosot tajam rata-rata Rp 9.000-9.500/kg, jauh dibandingkan tahun 2016 yang rata-rata Rp 11.000-11.500/kg. TEMPO/Rizki Putra

    "Harapannya tidak akan membuat harga gula turun karena sampai saat ini HET masih Rp 12.500 per kilogram," ujar Bagus.

    Bagus mengatakan hal yang menyangkut tata niaga, tentunya harga gula di tingkat konsumen akan mengikuti permintaan dan penawaran. Saat ini, kata Bagus, Kementan lebih fokus kepada penyediaan bahan baku untuk gula konsumsi yang diprediksi tahun ini masih ada kekurangan sekitar 600 ribu ton. Berdasarkan hasil penghitungan yang dilakukan di awal tahun ini, prediksi produksi gula pada Juni-Agustus sekitar 1,5 juta ton. Periode itu merupakan puncak giling.

    "Perkiraan produksi 2020 sekitar 2,2 juta ton. Rencananya Juli-Agustus akan dilakukan perhitungan hasil giling yang telah dimulai giling bulan Mei ini," ujar Bagus.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.