IHSG Dibuka di Zona Hijau, Naik 0,37 persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diawal Juni 2020, market menunjukkan adanya pertumbuhan positif, meskipun selama setahun terakhir IHSG masih minus 20.31%, namun selama sebulan terakhir, IHSG tumbuh 6.86%.

    Diawal Juni 2020, market menunjukkan adanya pertumbuhan positif, meskipun selama setahun terakhir IHSG masih minus 20.31%, namun selama sebulan terakhir, IHSG tumbuh 6.86%.

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia(BEI) Kamis, 2 Juli 2020.

    Melansir data RTI, pukul pada 09.04 WIB, IHSG berada pada level 4.937,2 atau naik 18,2 poin(0,37 persen) dibanding penutupan sebelumnya di 4.914,3.

    Sebanyak 142 saham melaju di zona hijau dan 62 saham di zona merah. Sedangkan 108 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat mencapai Rp 292,1 miliar dengan volume 274,6 juta saham.

    Director PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG hingga saat ini terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Namun peluang IHSG untuk keluar dari rentang konsolidasi wajarnya masih terbuka lebar selama support level dapat dipertahankan.

    Menurutnya, pasca rilis data perekonomian tingkat inflasi yang menunjukkan kondisi perekonomian Indonesia masih berada dalam keadaan stabil turut memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG.

    "Hari ini IHSG berpotensi bergerak pada zona hijau," kata William dalam keterangan tertulis.

    Adapun dia memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 4.789 hingga 4.971 hari ini.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.