Empat Bank BUMN Terima Dana Pemerintah, Ini Detail Penggunaaannya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani sedang berdiskusi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa. Instagram.com/@smindrawati

    Menteri Keuangan Sri Mulyani sedang berdiskusi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa. Instagram.com/@smindrawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan empat bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara, telah memberikan informasi detail mengenai rencana penggunaan dana pemerintah.

    "Seperti Bank Mandiri akan menyalurkan untuk kredit produktif padat karya, ketahanan pangan dan mendukung sistem logistik nasional," kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 29 Juni 2020.

    Bank Mandiri, kata dia, total penyaluran yang dilakukan Bank Mandiri yaitu Rp 21 triliun.

    Untuk BRI yang sudah melakukan restrukturisasi jutaan UMKM, kata dia, melakukan ekspansi kredit 6 bulan untuk UMKM sebesar Rp 122,5 triliun dengan komposisi segmen mikro 88 persen atau Rp 108,8 triliun.

    Sedangkan BNI akan melakukan ekspansi kredit sektor riil, baik untuk korporasi usaha menengah dan kecil, consumer loan dengan nilai Rp 15 triliun. Dan BTN akan melakukan penyaluran kredit dominasinya adalah untuk Kredit Pemilikan Rumah atau KPR pada sektor perumahan.

    "Ini kami harap akan terus meningkatkan dampak dalam ekonomi. Kami sampaikan kepada bank Himbara menyalurkan tiga kali lipat dari penempatan dana tersebut," ujarnya. 

    Himbara, kata Sri Mulyani, juga menyampaikan suku bunga bisa direndahkan atau diturunkan dengan adanya penempatan dana pemerintah yang memiliki suku bunga lebih rendah.

    Sri Mulyani sebelumnya mengumumkan pemerintah akan menempatkan Rp 30 triliun kepada bank BUMN. Masing-masing himpunan bank negara akan menyampaikan penggunaan dana tersebut dalam pemulihan sektor riil.

    "Jadi dana ini memang khusus untuk mendorong ekonomi sektor riil," ujarnya.

    Dia berharap bank BUMN segera dan terus mengakselerasi pemberian kredit dan berbagai upaya untuk pemulihan sektor riil. Menurutnya, Kemenkeu akan melakukan penempatan itu dengan mekanisme penempatan dana di deposito dengan suku bunga sama dengan yang diperoleh waktu dana ditempatkan di BI. Yakni 80 persen dari suku bunga acuan BI.

    "Suku bunga yang rendah ini diharapkan mampu mendorong bank-bank Himbara melakukan langkah-langkah untuk mendorong sektor riil melalui kredit yang diberikan kepada para pengusaha dan juga dengan tingkat subung yang lebih rendah," kata dia.

    Dia menurutkan bersama Kementerian BUMN dan didukung oleh BPKP akan melihat evaluasi penggunaan dana itu mendorong sektor riil per tiga bulan.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.