Pemerintah Diminta Beri Akses Modal bagi Perempuan Pesisir

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta – Anthropologist and Advisor for ASEAN Institute for Peace and Reconciliation, Kartini Pandjaitan Sjahrir, meminta pemerintah memberikan akses modal bagi perempuan khususnya yang berada di wilayah pesisir. Usulan itu ia ungkapkan dalam International Maritime Webinar Series III bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

    “Perempuan harus mendapatkan akses permodalan, kesehatan, pendidikan atau pelatihan serta jaring pengaman yang terpenuhi dengan baik," ucap Kartini melalui keterangan tertulis, Jumat 26 Juni 2020.

    Menurut Kartini, perempuan adalah kunci ketahanan pangan, utamanya di tingkat keluarga. Di pesisir, misalnya, perempuan berperan menambah pendapat bagi keluarga dengan mengolah pengeringan ikan asin hingga menjual ikan-ikan segar hasil tangkapan nelayan.

    Dengan terjaganya ketahanan pangan minimal di tingkat keluarga, sejumlah persoalan seperti konflik sosial akan teredam. Namun, Kartini berpendapat, keterampilan perempuan dalam memenuhi ketahanan pangan keluarga serta menopang perekonomian tidak bisa dilakukan secara instan.

    Pengetahuan dan keterampilan itu, kata dia, diperoleh secara turun-temurun dari keluarga dan lingkungan. Karena itu, ia berpandangan para perempuan di samping harus mendapatkan akses permodalan juga perlu memperoleh pemahaman dan pengetahuan tentang berbagai hal.

    Misalnya, adanya perubahan iklim yang turut berkontribusi pada hilangnya mata pencaharian masyarakat pesisir. Dengan begitu, peran perempuan dapat dioptimalkan dalam meningkatkan kemakmuran.

    Kepala Bidang Pengelolaan Konservasi Perairan dan Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil Deputi Bidang Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Andreas A. Hutahaean mengatakan perempuan berperan dalam pengelolaan kawasan konservasi laut. Khususnya, keberadaannya menunjang kehidupan masyarakat pesisir.

     “Keterkaitan pembangunan berkelanjutan dalam target ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, dan pemberdayaan perempuan dengan pengelolaan ekosistem pesisir-laut untuk menjaga kelestarian sumber daya alam bisa dielaborasi," kata Andreas.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.