Dukung Rancangan Infrastruktur Gas Indonesia, AS Berikan Hibah

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas Kapal Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di perairan Laut Jawa, 4 Januari 2018. PT Nusantara Regas menerima pengiriman LNG domestik perdana di tahun 2018 sebanyak 1 kargo atau setara 2 juta MMBTU. Kargo ini merupakan pengiriman perdana dari PT. Pertamina Hulu Mahakam yg mengoperasikan blok Mahakam per 1 Januari 2018 lalu. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas Kapal Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di perairan Laut Jawa, 4 Januari 2018. PT Nusantara Regas menerima pengiriman LNG domestik perdana di tahun 2018 sebanyak 1 kargo atau setara 2 juta MMBTU. Kargo ini merupakan pengiriman perdana dari PT. Pertamina Hulu Mahakam yg mengoperasikan blok Mahakam per 1 Januari 2018 lalu. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Perdagangan dan Pengembangan Amerika Serikat (USTDA) menunjukkan komitmennya untuk membantu Indonesia mengembangkan rancangan infrastruktur gas melalui hibah kepada PT Nusatarma Properta Panbil.

    Dana hibah dari USTDA itu akan digunakan untuk membiayai studi kelayakan untuk mengevaluasi pembangunan terminal penerimaan gas alam cair (LNG), dan fasilitas penyimpanan dan pengiriman dari kapal satu ke kapal lainnya (transhipment) di Pulau Asam. Partisipasi USTDA ini akan membuka kesempatan ekspor bagi penyedia teknologi gas alam cair AS.

    "Selama berabad-abad, USTDA telah membantu mitra-mitra seperti Indonesia merancang prioritas infrastruktur gas. Proyek kami ini akan memberikan sumber daya penting untuk wilayah bagian barat Indonesia dan mengeksplorasi pilihan yang lebih luas untuk transportasi gas antarpulau," kata pejabat direktur USTDA Thomas R. Hardy dalam keterangan di Jakarta, Rabu 17 Juni 2020.

    Terminal yang diusulkan dan fasilitas terkait akan menampung dan mengelola gas alam cair (LNG) untuk selanjutnya melalui transportasi antarpulau, jalur pipa injeksi, atau bunker bahan bakar di laut. Pilihan jalur transportasi gas ini akan tergantung pada rekomendasi akhir dari studi kelayakan.

    Studi tersebut merupakan salah satu proyek US Gas Infrastructure Exports Initiative dari USTDA dan Administration's Asia Enhancing Development and Growth through Energy (Asia EDGE), yang memperkuat keamanan energi dan memperluas akses energi di negara-negara mitra.

    USTDA juga membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan AS yang tertarik untuk mengajukan proposal untuk studi kelayakan yang didanai USTDA dengan mengunjungi www.ustda.gov/business-opportunities.

    Penerima hibah, PT Nusatama Properta Panbil berharap dapat bekerja sama dengan USTDA dan perusahaan-perusahaan AS untuk mengembangkan sektor energi di kawasan Batam, tempat perusahaan beroperasi. "Kami telah berkontribusi pada pembangunan Batam selama hampir tiga dekade, dan kami senang menerima kepercayaan, keyakinan, dan dukungan dari USTDA," kata Mahdian, Chief Financial Officer PT Nusatama Properta Panbil.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.