Pipa Gas Terbakar, PGN Sebut Akibat Aktivitas Warga

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengemudi angkutan umum tengah mengantre pengisian bahan bakar gas di SPGB kawasan Pluit, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mencatat laba bersih sepanjang semester I 2019 turun 69,87% menjadi US$ 54,04 juta dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Tempo/Tony Hartawan

    Para pengemudi angkutan umum tengah mengantre pengisian bahan bakar gas di SPGB kawasan Pluit, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mencatat laba bersih sepanjang semester I 2019 turun 69,87% menjadi US$ 54,04 juta dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Instalasi pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN di perumahan warga di Perumnas Klender, Jakarta Timur, terbakar. Perusahaan menyebut kejadian ini terjadi karena aktivitas pembakaran oleh salah satu warga.

    “Lalu mengenai jaringan pipa gas rumah tangga (jarga),” kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama kepada Tempo di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2020.

    Rachmat menyampaikan kejadian ini terjadi pukul 11.10 WIB, di depan rumah warga yang terletak di Jalan Delima 2 GG Nomor 88, Perumnas Klender. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur pun turun ke lokasi kejadian.

    Kasi Ops Sudin PKP Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, mengatakan pipa gas PGN ini terbakar akibat radiasi dari arang yang masih panas. Sebelum kebakaran, pemilik rumah sedang membakar sesuatu di depan rumah.

    Setelah selesai, api kemudian dipadamkan. Namun, arang panas hasil pembakaran diletakkan di dekat pipa gas. “Karena suhu arangnya masih panas, jadi membuat pipanya bocor dan sempat terjadi penyalaan api yang cukup besar akibat semburan gasnya,” kata Gatot.

    Namun, warga sekitar langsung memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (Apar). Sehingga, 10 personel pemadam kebakaran yang datang ke lokasi hanya melakukan pendataan kejadian.

    Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, Rachmat mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar jaringan pipa gas, “Sesuai dengan sosialisasi dan informasi yang disampaikan petugas PGN,” kata dia.

    Tempo menanyakan kepada Rachmat mengapa tidak ada pengaman di jaringan gas mereka ini sehingga rawan terbakar dengan aktivitas warga. Namun, Rachmat belum menjawab hal ini.

    FAJAR PEBRIANTO | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.