BKPM: Jika Covid-19 Selesai Juli, Target Investasi 2020 Rp 817 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Maret 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Maret 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membuat tiga skenario target realisasi investasi dengan adanya pandemi Covid-19. Salah satunya jika wabah berakhir Juli 2020, maka target realisasi investasi pada 2020 yang tadinya Rp 886 triliun akan terkoreksi menjadi Rp 817,2 triliun.

    "Target awal investasi itu Rp 886 triliun. Saat kami menyampaikan laporan realisasi investasi kuartal I, ada tiga model yang kita buat, sebelum Covid-19, targetnya Rp 886 triliun. Kalau Covid-19 selesai Mei turun di Rp 855 triliun. Dan kalau selesai Juli, targetnya menjadi Rp 817 triliun," kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020.

    Dalam catatan BKPM, dengan asumsi Covid-19 selesai Juli maka target realisasi investasi akan dipatok menjadi Rp817,2 triliun (92,2 persen dari target awal).

    Sedangkan dalam asumsi Covid-19 selesai Mei, target realisasi investasi Rp 855,6 triliun (96,6 persen dari target awal).

    "Cuma sampai sekarang saya lihat Covid-19 ini kok belum ada tanda-tanda berakhir di Juli. Apa saya masih akan konsisten di angka Rp 817 triliun? Dengan segala hormat, belum bisa kita pastikan karena menunggu Covid selesai kapan," kata Bahlil.

    Meski demikian, mantan Ketua Umum Hipmi itu menambahkan pihaknya masih yakin realisasi investasi bisa tetap di atas angka Rp 800 triliun karena ada cadangan realisasi investasi mangkrak yang akan segera bisa dieksekusi.

    Dari Rp 708 triliun investasi mangkrak yang akan terus difasilitasi pemerintah, Bahlil mengklaim telah berhasil mengeksekusi Rp409 triliun atau sekitar 58 persennya.

    Presiden Jokowi menargetkan eksekusi investasi mangkrak itu harus bisa rampung pada Agustus mendatang.

    Kendati harus diakui Bahlil, dengan kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, target penyelesaian kemungkinan akan mundur meski investasi yang bernilai besar sudah banyak yang hampir beres.

    "Tetapi, upaya terus kita lakukan. Mohon doa agar bisa kita selesaikan di bulan Agustus dan kalau bisa selesai, ini mampu mendongkrak realisasi investasi kita di 2020 tanpa harus menunggu banyak investor yang baru karena ini kan investasi eksisting," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?