Pantau Produksi Perikanan, Edhy Prabowo Susuri Sulawesi 5 Hari

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) didampingi Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (kanan) dan Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Nilanto Perbowo (kiri) memaparkan kronologis penangkapan kapal pencuri ikan berbendera Vietnam saat jumpa pers di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis , 9 Januari 2020. ANTARA

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) didampingi Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (kanan) dan Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Nilanto Perbowo (kiri) memaparkan kronologis penangkapan kapal pencuri ikan berbendera Vietnam saat jumpa pers di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis , 9 Januari 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bakal berkunjung lima hari di berbagai provinsi yang ada di pulau Sulawesi untuk menyapa para nelayan dan pembudidaya. Dia ingin memastikan produksi perikanan tetap berjalan.

    "Kedatangan Menteri untuk menyapa para pembudidaya juga nelayan. Ia ingin memastikan produksi perikanan tetap berjalan sekaligus memberi dukungan kepada nelayan, pembudidaya, pelaku usaha di masa pandemi ini," kata Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri (BHKLN) KKP, Agung Tri Prasetyo di Jakarta, Senin, 8 Juni 2020.

    Ada empat provinsi yang akan disambangi Edhy dan jajarannya, mulai dari Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo hingga Sulawesi Utara.

    Perjalanan panjang Edhy dimulai dari Jakarta menuju Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada Senin ini. Dari Mamuju, Menteri bertolak ke Pulau Popoongan, Kepulauan Bala Balakang yang lokasinya di antara Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan.

    ADVERTISEMENT

    Di Pulau Popoongan, Edhy sekaligus memperingati Hari Laut Sedunia dengan menanam pohon vegetasi dan meninjau penangkaran penyu di daerah itu.

    Dari Pulau Popoongan, Edhy melanjutkan perjalanan udara menuju Kota Palu, Sulawesi Tengah. Keesokan harinya pada Selasa, dia menyerahkan bantuan 4,5 ton ikan segar kepada masyarakat terdampak Covid-19 dan melepas ekspor perdana tuna beku ke Jepang.

    Masih di hari yang sama, Edhy melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, untuk menemui pembudidaya dan pelaku usaha perikanan. Salah satu tempat yang akan dikunjungi adalah Tambak Udang Berkelanjutan di Desa Sarjo yang merupakan binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    Selanjutnya Edhy menuju Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ada beberapa tambak yang akan ia sambangi di kabupaten tersebut.

    Dari Parigi Moutong, Menteri melakukan perjalanan darat melintasi jalan trans Sulawesi menuju Provinsi Gorontalo, di mana ada beberapa lokasi tambak yang akan disinggahi.

    Selain menemui pembudidaya di Gorontalo, Edhy dijadwalkan bertemu dengan perwakilan Badan Kerjasama Utara-Utara (BKSU) untuk membahas sektor perikanan budidaya.

    BKSU merupakan wadah koordinasi yang beranggotakan beberapa pemda dan perguruan tinggi di kawasan utara Sulawesi, seperti Buol, Gorontalo Utara, hingga Bolaang Mongondow Utara.

    Perjalanan masih panjang menuju Manado, Sulawesi Utara. Agung menerangkan, Edhy akan mengunjungi Pantai Malalayang untuk menyerahkan rak karang buatan, sembako, dan sertifikat ekspor. Edhy ingin keindahan laut Manado terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sana.

    Sebagai penutup kunjungan kerja di Pulau Sulawesi, Edhy menemui nelayan dan pelaku usaha perikanan di Pelabuhan Perikanan Tumumpa dan bertemu petambak ikan nila di Kabupaten Minahasa Utara.

    Sebelumnya, KKP optimistis ekspor berbagai komoditas sektor kelautan dan perikanan bakal bangkit kembali pada masa Normal Baru yang ditandai dengan menggeliatnya kembali perekonomian nasional.

    Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, mengatakan optimistis bahwa ekspor hasil produksi budidaya akan kembali bangkit memasuki era Normal Baru yang terindikasi dari tren permintaan pasar yang sudah mulai naik dan terbuka.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.