H-1 Lebaran, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Makin Sedikit

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang antre sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 15 Jumat 2020. Sebanyak 1486 penumpang berizin dengan 23 penerbangan diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta dengan dokumen syarat terbang dan surat keterangan bebas COVID-19. ANTARA

    Calon penumpang antre sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 15 Jumat 2020. Sebanyak 1486 penumpang berizin dengan 23 penerbangan diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta dengan dokumen syarat terbang dan surat keterangan bebas COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada H-1 Lebaran melorot ketimbang hari-hari sebelumnya di masa pelarangan mudik berlangsung. PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat, total pergerakan penumpang per Sabtu, 23 Mei 2020, hanya sekitar 1.600 orang.

    "Sedangkan estimasi penerbangan hari ini sekitar 60 frekuensi. Ini memang di bawah rata-rata penerbangan harian pada masa pembatasan transportasi," tutur Vice President of Corporate Communications Angkasa Pura II Yado Yarismano kepada Tempo, 23 Mei 2020.

    Adapun rata-rata pergerakan pesawat harian sebelumnya mencapai 100-120 penerbangan per hari. Itu berarti, pada masa Lebaran, frekuensi pesawat turun hingga lebih dari 50 persen.

    Sedangkan bila dibandingkan dengan pergerakan tahun lalu, jumlah pesawat maupun penumpang di periode tahun ini jauh di bawah angka normal. Di masa Lebaran saat tak ada pandemi, Yado mengungkapkan trafik pesawat rata-rata per hari bisa mencapai 1.200 pergerakan. Sedangkan jumlah penumpang pun dapat menyentuh 200 ribu per hari.

    "Jadi kalau dihitung, trafik penerbangan rata-rata pada saat pembatasan transportasi ini hanya sekitar 8-10 persen dari trafik normal," katanya. Sedangkan pergerakan penumpang saat pandemi hanya 2,5 persen dari lalu-lintas normal.

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengungkapkan pergerakan pesawatnya secara kumulatif juga menurun tajam dibandingkan dengan Lebaran pada masa normal. Adapun rata-rata okupansi penumpang per pesawat yang diangkut untuk penerbangan khusus pun tak mencapai 50 persen dari total kapasitas kursi.

    "Lebaran tahun ini memang unik dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
    Tapi memang kita mesti membiasakan diri dengan situasi ini," tutur Irfan.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.