Lantik 3 Pejabat Baru, Sri Mulyani Bicara Soal Dana Abadi LPDP

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) mengacungkan jempolnya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020. DPR menyetujui Menteri Keuangan mengenakan cukai terhadap produk plastik yang meliputi kantong plastik hingga minuman berpemanis dalam kemasan plastik atau kemasan kecil (sachet). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) mengacungkan jempolnya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020. DPR menyetujui Menteri Keuangan mengenakan cukai terhadap produk plastik yang meliputi kantong plastik hingga minuman berpemanis dalam kemasan plastik atau kemasan kecil (sachet). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik sejumlah pejabat baru di Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pelantikan ini merupakan kegiatan promosi dan mutasi di Kementerian Keuangan.

    Tidak ada banyak waktu untuk beristirahat karena harus sigap mengambil langkah-langkah penanganan pandemi dari sisi ekonomi,” kata Sri Mulyani dalam acara pelantikan ini, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.

    Adapun pejabat yang dilantik yaitu Dwi Larso sebagai Direktur Beasiswa dan Wisnu Sardjono Soenarso sebagai Direktur Fasilitas Riset dan Rehabilitasi LPDP. Kepada kedua orang tersebut, Sri Mulyani mengatakan investasi dan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia perlu terus dilakukan. 

    Saat ini, kata dia, dana abadi yang dikelola LPDP semakin besar. Jumlahnya lebih dari Rp 51 triliun. Menurut Sri Mulyani, anggaran yang besar ini harus bisa memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia (SDM) hari ini dan di masa depan. 

    “LPDP sebagai pemberi beasiswa, diminta untuk memastikan kepada para awardee yang tersebar di banyak negara agar tetap dapat memberikan kontribusi optimal dalam proses belajar,” kata dia.

    Selain itu, Sri Mulyani melantik Ayu Sukorini sebagai Sekretaris BKF menggantikan Basuki Purwadi. Basuki sebelumnya sudah diangkat sebagai Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). 

    Kepada Ayu, Sri Mulyani mengatakan saat ini BKF memimpin penyusunan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Selain itu, BKF perlu diperkuat lagi untuk mendorong pengambilan kebijakan yang efektif dan efisien. 

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.