Kemendag Kaji Peluang Ekspor Alat Kesehatan ke Negara Anggota G20

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berbincang dengan penjual daging sapi saat operasi pasar di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin, 3 Februari 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berbincang dengan penjual daging sapi saat operasi pasar di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin, 3 Februari 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan tengah mengkaji opsi untuk membuka kembali keran ekspor alat-alat kesehatan ke negara lain, khususnya negara-negara anggota G20. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menuturkan kebijakan ini harus melalui analisis berlapis.

    "Kami memprioritaskan kebutuhan masyarakat dulu, baru melihat kemungkinan dan potensi ekspor nasional kita ke negara-negara lain. Tentunya kami mendengarkan saran, kritik, dan aspirasi dari masyarakat," tutur Jerry dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual, Senin, 18 Mei 2020.

    Jerry menyebut, Indonesia memang telah memiliki komitmen dengan negara-negara G20 untuk memberikan dukungan dalam upaya penanganan Covid-19. Komitmen itu ditandai dengan adanya peningkatan kerja sama antar-negara untuk memudahkan distribusi kebutuhan logistik alat-alat kesehatan.

    Menurut Jerry, kerja sama ini merupakan salah satu bentuk ketegasan pemerintah dalam mewujudkan solidaritas bersama di tengah bencana wabah. Meski demikian, dia memastikan pemerintah tetap memperhatikan neraca perdagangan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dalam negeri.

    "Dengan pemahaman bahwa ekspor kita akan lebih besar daripada impor, hal itu tetap memprioritaskan kebutuhan masyarakat Indonesia," tuturnya.

    Ke depan, Jerry mengkaim ekspor alat-alat kesehatan pun akan dilakukan secara sangat selektif. Seandainya persoalan kelangkaan alat kesehatan selesai, barulah keran ekspor barang tersebut dibuka bertahap.

    Kementerian Perdagangan sebelumnya telah mengeluarkan aturan PM Nomor 23 Tahun 2020 untuk menyetop sementara ekspor alat-alat kesehatan dan alat perlindungan diri selama masa pandemi corona. Kebijakan ini berlaku untuk batas waktu tertentu. Adapun selama aturan berlaku, pengecualian ekspor alat kesehatan hanya bisa dilakukan dengan syarat tertentu yang diatur oleh Kementerian.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.