Transaksi Internet Banking BRI Naik 60 Persen di Masa Pandemi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Bank BRI Sunarso.

    Direktur Utama Bank BRI Sunarso.

    TEMPO.CO, Jakarta -  Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengungkapkan transaksi perbankan melalui platform mobile dan internet banking naik sekitar 60 persen di tengah pandemi COVID-19.

    "Efek dari COVID-19 mungkin mulai terasa pada Maret dan seterusnya, di sini terlihat layanan internet dan mobile banking mengalami peningkatan secara signifikan sekitar 60 persen," ujar Direktur Digital dan Teknologi Informasi (TI) BRI Indra Utoyo dalam  seminar daring di Jakarta pada Jumat 15 Mei 2020.

    Dalam paparannya Indra menjelaskan bahwa transaksi internet dan mobile banking BRI sepanjang Januari sampai dengan April 2020 mencapai sekitar 67,14 persen.

    "Transaksi yang mengalami penurunan adalah transaksi Anjungan Tunai Mandiri (ATM), memang nasabah yang cenderung mengambil uang tunai di ATM sudah berkurang karena khawatir tertular COVID-19," katanya.

    Selain itu dia juga menambahkan bahwa untuk transaksi di mesin EDC sempat meningkat, namun mengalami penurunan pada April. Sedangkan transaksi melalui BRILINK stabil, mengingat BRILINK merupakan simpul pelayanan BRI melalui agen-agen.

    "Jadi yang mengalami pertumbuhan luar biasa adalah layanan perbankan melalui platform mobile dan internet," ujar Indra Utoyo.

    BRI menyadari bahwa proses digitalisasi dipercepat dengan adanya pandemi COVID-19 ini, katanya, tapi juga harus berpikir ulang apakah layanan sudah relevan, sudah menjawab kebutuhan nasabahyang mengalami pergeseran.

    Menurut Indra Utoyo, kondisi new normal membuat para Chief Digital Officer (CDO) memainkan peran krusial dalam mendorong perubahan digital bagi organisasi dan perusahaan mereka untuk merespons krisis serta kondisi kenormalan berikutnya.

    "Bagaimana kita bisa lebih dekat dengan nasabah bank dan mempersiapkan diri untuk memasuki era new normal," katanya.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.