Dibuka Menguat, Pergerakan IHSG Bakal Dibayangi Sentimen Negatif

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat pagi, 15 Mei 2020. Data RTI menunjukkan pada pukul 09.03 WIB, IHSG berada pada level 4.525,9 atau naik 11,2 poin (0,25 persen) dibanding penutupan kemarin di 4.513,8.

    Sebanyak 145 saham melaju di zona hijau dan 41 saham di zona merah. Sedangkan 88 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat mencapai Rp 231,8 miliar dengan volume 197,6 juta saham.

    Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG hingga saat ini terlihat masih dibayangi oleh sentimen negatif dari market global dan regional yang terlihat sedang berada dalam tekanan. Selain itu, menjelang rilis data perekonomian neraca perdagangan serta kinerja emiten kuartal pertama juga akan turut menjadi sentimen bagi pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

    William menilai momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek dengan kategori trading harian. "Hari ini IHSG masih berpotensi bergerak melemah," kata William dalam keterangan tertulis Jumat, 15 Mei 2020. Ia memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 4.287 hingga 4.648 hari ini.

    Sementara itu, analis teknikal Samuel Sekuritas Indonesia William Mamudi dalam publikasi risetnya menyampaikan IHSG masih terus berlanjut dalam sideways market 4.400-4.900, dengan candle-candle doji berkepanjangan. Trading range ini potensial berlanjut selama bulan puasa.

    "Untuk hari ini kami menyukai saham MDKA, INDF, dengan rating trading buy, dan BBRI, BBTN dengan rating trading sell," tulis Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset yang dikutip.

    Adapun MNC Sekuritas memperkirakan IHSG bakal bergerak dengan rentang di level support atau batas bawah penurunan harga 4.474 s.d 4.441. Sementara level resistance atau batas atas kenaikan harga di kisaran 4.590 s.d 4.726. "Untuk target koreksi IHSG kami perkirakan berada di area 4.150-4.300 dengan area resistance berada di 4.726," tulis MNC Sekuritas.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).